Sunday, 3 February 2019

Catatan Perjalanan: Pompeii, Italy

Sharing catatan perjalanan

Destination: Naples, musim semi bulan Mei 2018
Duration: 4 malam (hari ke-1: ½ hari habis untuk perjalanan dari Venice ke Naples, hari ke-2, 3 dan 4: padat dan capek)

Naples, terletak ± 200km di selatan Rome, adalah base yang paling cocok untuk  melakukan daytrip ke Pompeii, Amalfi Coast dan Capri. Kecuali kalo anda ingin bermalam di salah satu kota di pantai Amalfi atau di pulau Capri, Naples adalah base untuk daytrip ke 3 tujuan wisata tersebut.

Perjalanan dengan kereta api cepat (pilih yang direct/ndak perlu ganti kereta) dari Venezia Mestre ke Napoli Centrale menempuh jarak ± 700km dalam waktu sekitar 6 jam. Berangkat dari Venice sekitar pukul 9 pagi, kereta tiba di Naples sekitar pukul 3 sore -- menurut tiketnya waktu tempuhnya sekitar 5 jam, tetapi kenyataannya selama perjalanan terlambat 5-10 menit di hampir semua stasiun, termasuk di Venice sendiri, akhirnya tiba di Naples tidak bisa tepat waktu. Sore hari itu langit mendung dan udara tercium akan hujan. Hotel tempat saya menginap terletak di seberang Napoli Centrale, yaitu di Piazza Garibaldi. Lokasi ini sangat strategis karena selain dekat dengan Napoli Centrale dan mudah cari makan di sini juga dekat dengan Napoli Garibaldi -- yaitu stasiun subway/underground kota Naples dan stasiun Circumvesuviana yang melayani jalur ke selatan, a.l. ke Pompeii dan Sorrento (untuk ke pantai Amalfi).

Bagian ke-1: Daytrip ke Pompeii (1 hari, capek dan puas)

Pompeii terletak ± 25km di selatan Naples.

Cara termudah pergi ke daerah arkeologi Pompeii (Scavi di Pompeii) adalah dengan KA Circumvesuviana dari Napoli Garibaldi, tujuan Poggiomarino, turun di Torre Annunziata, Pompeii. Harga tiketnya murah, cuma 2,80 Euro, one way/orang. Tiket masuk ke Scavi di Pompeii dapat dibeli secara online. Selain tiket masuk ke Scavi, ada pilihan paket tiket ke 3 tempat sekaligus, yaitu: Scavi, Oplontis (monumen) dan Boscoreale (museum). Kalo anda cuma punya waktu 1 hari, pilih tiket masuk ke Scavi saja -- karena menjelajahi Scavi membutuhkan waktu 1 hari juga. Jangan lupa mendownload/membawa peta Scavi karena daerah arkeologi ini sangat luas -- supaya anda gampang navigasinya dan ndak kesasar. Selain itu, daripada bingung cari makan ketika berada di dalamnya, anda sebaiknya membawa makan dan minum sendiri -- ada public toilet dan tempat-2 untuk istirahat.

Saat itu gara-2 review yang buruk tentang KA Circumvesuviana (katanya menjadi sarang copet), saya memutuskan menggunakan shuttle bus Napoli - Pompeii (pp) dari CitySightseeing (bus warna merah) yang sudah menyertakan tiket ekspres (skip the queue) masuk ke Scavi -- harga totalnya 15 Euro lebih mahal daripada kalo berangkat sendiri naik KA. Pengalaman hari berikutnya ternyata menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap KA Circumvesuviana tersebut rada berlebihan … nyesel dech ☹

Berlanjut ke bagian ke-2: Daytrip ke Amalfi Coast.

Semoga bermanfaat untuk para paduka/wati yang berencana berkunjung ke sini.

Friday, 18 January 2019

Catatan Perjalanan: Venice, Italy

Sharing catatan perjalanan

Destination: Venice, musim semi bulan Mei 2018
Duration: 3 malam (hari ke-1: perjalanan singkat dari Florence ke Venice, istirahat, hari ke-2 dan ke-3: pas dan puas)

Dari Florence saya melanjutkan perjalanan KA ke arah timur ke Venice -- waktu tempuh sekitar 2 jam saja. So, hari itu adalah hari istirahat: bangun pagi agak siangan, terus catch KA menjelang siang hari dan tiba di Venice pas jam check-in ke Airbnb dan makan siang. Hari itu cuaca cerah dan temperatur lumayan hangat. 

Quick facts tentang Venice:
• Lokasi
Kota Venice terdiri dari daerah yang terletak di daratan (mainland) dan daerah yang terletak di lepas pantai laut Adriatik -- terdiri dari banyak pulau yang dipisahkan oleh canal-2 besar dan kecil. Venice yang tampil dalam film-2 atau kartupos-2 adalah Venice yang terletak di lepas pantai. Selanjutnya, kalo saya menyebut Venice, maksudnya adalah Venice yang lepas pantai.
• Over-tourism
Tidak bisa dipungkiri, jumlah turis yang mengunjungi Venice sangatlah bejibun, sampai-2 pada setiap saat ada 77x lipat lebih banyak turis daripada penduduk Venice sendiri -- dan ratio ini meningkat terus setiap tahunnya! Implikasi dari over-tourism ini antara lain: 1) harga akomodasi menjadi sangat mahal, 2) kenyamanan sightseeing berkurang dan 3) authenticity kota kurang terasa (karena semuanya disetup untuk kepentingan turis).

Karena harga akomodasi di Venice sangat mahal, saya menginap di daratan saja. Dari daratan ke Venice anda bisa naik bis atau KA. Bis menuju Venice dapat anda temukan di depan stasiun Venezia-Mestre. Atau anda dapat naik KA dari stasiun Venezia-Mestre ke stasiun Venezia Santa Lucia. Untuk memudahkan kunjungan, saya membeli Unica City Pass via online. Pass ini dapat anda tailor-make sesuai dengan kebutuhan pribadi, misalnya: apakah anda perlu public transport (termasuk waterbus untuk transportasi di Venice), apakah perlu airport transfer, apakah perlu tempat parkir, atau atraksi-2 apa saja yang ingin anda kunjungi, atau yang lainnya. Setiba di Venice, tunjukkan voucher pembelian tersebut di tempat-2 koleksi yang telah ditentukan untuk mengambil pass-nya. 

Atraksi-2 utama di Venice terpusat di Piazza San Marco (St. Mark’s Square), yaitu: St. Mark’s Basilica, St. Mark’s Bell Tower, Palazzo Ducale, Museo Correr, Museo Archeologico, Biblioteca Marciana, Caffe Florian, dan gondola. Tiket untuk St. Mark’s Basilica dan Bell Tower tidak termasuk dalam Unica City Pass sehingga perlu saya beli secara terpisah via online. Caffe Florian, kalo anda tidak keberatan membayar sangat mahal untuk secangkir kopi, adalah coffee house tertua dan bersejarah di Italy. Duduk dan minum kopi di coffee house adalah satu-2nya cara untuk menikmati suasana piazza dengan santai. Mengapa?? Karena tidak ada tempat duduk untuk publik di seluruh piazza -- in fact, di seluruh Venice; bahkan ada larangan duduk (apalagi duduk sambil makan) di semua tempat untuk publik, misalnya anak tangga, pelataran, dlsb-nya. Tempat seluas itu tidak ada sejengkalpun publik bisa duduk untuk istirahat. Secara implisit: kalo anda capek, silakan mampir ke coffee house, resto atau hotel. Ada petugas “hansip” yang berpatroli terus di sekitar piazza dan memberi peringatan atau mengusir turis yang ketahuan duduk atau duduk sambil makan di tempat publik. Ini adalah peringatan dari penduduk Venice untuk para turis: nikmati Venice tetapi jangan lama-2. Kalo ingin lama, mampirlah ke coffee house atau resto, atau nginaplah di hotel di Venice … di sini anda bisa dengan rileks menikmati Venice. 

Omong-2 tentang over-tourism, berita-2 mengatakan bahwa penduduk Venice sudah capek dengan jumlah turis yang datang ke kotanya. Yang terkena kritik paling tajam adalah turis yang “daytripper”, yaitu mereka yang berkunjung tanpa menginap -- termasuk di antaranya mereka yang datang dengan kapal-2 pesiar. Mereka dianggap kurang berkontribusi untuk ekonomi Venice -- yang tentu saja tidak benar, karena banyak dari “daytripper” ini yang “big shopper” … selain makan & minum, mereka juga belanja, menggunakan jasa gondola dan yang lainnya dan mengunjungi atraksi-2 yang ada. Diberitakan ada usaha-2 untuk membatasi jumlah turis dengan melarang “daytripper” masuk ke Venice atau mengurangi jumlah kapal pesiar yang berlabuh di Venice. Namun demikian sejauh ini semua itu masih omongan saja.

Luangkan satu hari untuk Piazza San Marco. Kemudian, luangkan satu hari lagi untuk island-hopping ke pulau-2 yang lainnya -- di sini suasana lebih sepi, anda akan lebih merasakan authenticity kota Venice.

Semoga bermanfaat untuk anda yang berencana berkunjung ke sini.