Showing posts with label Roman Polanski. Show all posts
Showing posts with label Roman Polanski. Show all posts

Thursday, 20 October 2011

Rosemary's Baby

Resensi Film: Rosemary's Baby (****/4)

Tahun Keluar: 1968
Negara Asal: USA
Sutradara: Roman Polanski
Cast: Mia Farrow, John Cassavetes, Ruth Gordon

Plot: Sepasang suami istri memulai rumah tangganya di sebuah apartemen kuno di New York. Sang istri menginginkan bayi, tetapi suaminya sedang kesulitan dalam kariernya. Setelah berkenalan dengan tetangga seberang, karier suaminya pelan-2 berubah, dan mereka kemudian merencanakan mempunyai bayi (IMDb).

Jika anda mengharapkan horor yang eksplisit, anda akan kecewa dengan film ini. Adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Ira Levin, Rosemary's Baby adalah film kedua dari "Trilogi Apartemen" Roman Polanski, setelah Repulsion (1965) dan sebelum The Tenant (1976). Film horor/thriller psikologis ini mempunyai subtlety dan suspense yang mirip seperti film arahan Alfred Hitchcock -- in fact, nuansa horornya mirip seperti Psycho (1960). Subtlety adalah kunci dari film ini, karena pengarahan yang eksplisit justru merusak segalanya. Sementara ketegangan meningkat, kita ikut merasakan apa yang dirasakan Rosemary: mula-2 firasat, kemudian curiga, kemudian teror setelah semuanya terungkap. Dari awal sampai akhir, film berhasil mempertahankan subtlety ini.

Selain arahan Polanski yang Hitchcockian, film ini ditandai dengan setting gothic yang sangat pas dengan cerita yang ada. Gedung apartemen yang digunakan, "The Bramford", adalah "The Dakota" yang terletak di sudut antara 72nd Street dan Central Park West, New York. Berlokasi di tengah-2 Manhattan, gedung ini mempunyai detil gothic yang indah, sekaligus menyeramkan, yang menyediakan atmosfir yang sempurna untuk peristiwa horor dengan latar belakang modern. Polanski menyadari hal ini dan memanfaatkannya dengan sangat efektif, yaitu dengan membuka film dengan shot aerial yang menampilkan skyline Manhattan, kemudian zoom-in ke gedung gothic tersebut yang terletak di antara gedung-2 pencakar langit.

Film ini juga ditandai dengan casting yang sangat pas dengan karakterisasi yang ada. Mia Farrow, dengan perawakannya yang kurus/lemah dan pembawaannya yang naif, sangat pas menjadi sasaran teror. Karakter dia tertransformasi dengan mulus dari tidak tahu ke curiga, ke takut, ke hampir gila -- dan kita ikut terhanyut bersamanya sampai akhir film. Penampilan Farrow ini menemukan tandingan yang setara dari Ruth Gordon yang menyediakan humor yang segar, sekaligus sinister, dengan nasehat-2nya yang no non-sense dan cespleng, bantuan-2nya yang tidak diinginkan, dan minuman-2 buatannya yang berwarna kehijau-2an ... :-) Dia kocak, sekaligus mengerikan -- wanita tua yang nampak manis dari luar, tetapi jahat di dalam. Penampilannya ini memberi Gordon penghargaan Oscar untuk Aktres Pendukung Terbaik. Cast pendukung yang lain termasuk aktor karakter veteran Elisha Cook Jr. sebagai pemilik apartemen, Maurice Evans sebagai Hutch, Ralph Bellamy sebagai Dr. Sapirstein, Charles Grodin muda sebagai Dr. Hill, dan Tony Curtis yang menyediakan suara untuk Baumgart. Selain tampil, Farrow juga menyanyikan lullaby yang membangkitkan bulu kuduk yang membuka film ini.

Cerita (****)
Screenplay (****)
Karakter (****)
Akting (****)

Keseluruhan: ****/4

Rosemary's Baby dapat anda temukan di eBay.com

Wednesday, 5 October 2011

Repulsion

Resensi Film: Repulsion (****/4)

Tahun Keluar: 1965
Negara Asal: UK
Sutradara: Roman Polanski
Cast: Catherine Deneuve, Yvonne Furneaux, Ian Hendry, John Fraser

Plot: Seorang gadis pemalu dan penakut menjadi gila setelah ditinggal sendirian oleh saudara perempuannya yang pergi bertamasya (IMDb).

Film horor/thriller psikologis ini adalah film pertama dari "Trilogi Apartemen" Roman Polanski, sebelum Rosemary's Baby (1968) dan The Tenant (1976). Repulsion adalah film pertama Polanksi yang di-shot dalam bahasa Inggris, yang membuka jalan baginya untuk memasuki sinema Barat, dan film yang menarik perhatian dunia terhadap Catherine Deneuve dengan aktingnya yang mengesankan. Cerita berpusat pada pemeran utamanya, Carole Ledoux (Deneuve), yang tampil hampir di setiap scene, tetapi dia sendiri tidak banyak berbicara -- semua pembicaraan berasal dari orang-2 lain yang berusaha mengajak dia berbicara atau menarik dia keluar dari "dunianya". Faktor yang memperkuat nuansa horor dari film ini adalah seorang psychopath ternyata tidak selalu orang yang secara agresif memburu korbannya; tetapi justru orang yang nampak seperti korban-lah yang psychopath! Mirip seperti karakter Norman Bates dalam karya Alfred Hitchcock, Psycho (1960) -- di sini, Carole, sudah sedemikian jauhnya masuk ke dalam "dunianya", sampai dia tidak menyadari lagi apa dia lakukan (tindak kriminal yang dia lakukan mengerikan, tetapi sekaligus dapat diargumentasikan sebagai tindakan bela diri). Repulsion lebih merupakan thriller psikologis daripada horor 'per se'. Meskipun film bergerak lambat -- ada banyak scene menampilkan Carole dengan pandangan kosongnya, nuansa horor yang abstrak/surealis terasa dominan.

Cerita (***1/2)
Screenplay (****)
Karakter (****)
Akting (****)

Keseluruhan: ****/4

Repulsion dapat anda temukan di eBay.com

Thursday, 29 September 2011

The Tenant

Resensi Film: The Tenant (Le locataire) (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1976
Negara Asal: France
Sutradara: Roman Polanski
Cast: Roman Polanski, Isabelle Adjani, Shelley Winters, Melvyn Douglas

Plot: Di kota Paris yang padat dan saling berhimpitan, seorang pekerja kantor berhasil menemukan apartemen kosong yang bekas penghuninya baru saja bunuh diri. Setelah pindah ke apartemen tersebut, sedikit demi sedikit dia merasa bahwa para tetangganya bersekongkol membuat dirinya frustrasi sehingga diapun ingin bunuh diri (IMDb).

Adaptasi dari novel berjudul Le locataire chimérique karya Roland Topor, film horor/thriller psikologis ini adalah film terakhir dari "Trilogi Apartemen" Roman Polanski, setelah Repulsion (1965) dan Rosemary's Baby (1968). Film ini mungkin adalah karya Polanski yang paling personal, dimana dia memainkan peran utama sebagai imigran Polandia, Trelkovsky, yang pindah ke apartemen yang ditinggalkan oleh penghuninya yang baru saja bunuh diri. Sementara dia secara iseng menanyakan kesana kemari apa yang terjadi, sedikit demi sedikit dia membuat para tetangganya tidak nyaman, yang akhirnya berbalik membuat dirinya tidak nyaman. The Tenant adalah karya Polanski untuk kembali ke gaya surrealism seperti karya-2 awalnya. Meskipun hasilnya terasa sangat lambat dan penampilan Polanski sebagai pemeran utama terasa kaku (ekspresinya sama terus dari awal sampai akhir), nuansa horor yang abstrak terasa dominan dan pesan utama film ini -- yaitu, bagaimana orang-2 yang tidak menyenangkan mengontrol kehidupan kita -- berhasil menampilkan tema favorit Polanski tentang paranoia dan permainan kekuasaan. Polanski mungkin menemukan materi dalam film ini sangat dalam sedemikian rupa sehingga dia tidak mampu mengungkapkan emosinya secara jelas.

Cerita (***1/2)
Screenplay (***)
Karakter (***1/2)
Akting (***)

Keseluruhan: ***1/2/4

The Tenant dapat anda temukan di eBay.com

Tuesday, 15 April 2008

Oliver Twist

Movie Review: Oliver Twist

Year of Release: 2005
Country of Origin: UK, Czech Republic, France, Italy
Director: Roman Polanski
Cast: Barney Clark, Ben Kingsley

Plot outline: An adaptation of the classic Dickens tale, where an orphan meets a pickpocket on the streets of London. From there, he joins a household of boys who are trained to steal for their master (IMDb).

It's probably not a good idea to remake a movie of a story that has been made and remade into movies so many times before - with at least two of them are of the finest quality. So, unless the story or storytelling is considerably better or different than its predecessors, the movie would probably face some difficulties to grab and impress the audience. I think this is what happens with this new adaptation of Oliver Twist. It's beautifully made, well told and well acted, but somehow it doesn't spark our emotion. What's missing? I think maybe because the important parts of the story are left out, e.g. the story of Oliver's birth and origins, the story of a mysterious man named Monks and the fact that Mr. Brownlow is related to him. I think Mr. Polanski intentionally cut these parts out to shift the focus more toward Fagin and the issues of forgiveness and redemption. The overall feeling of this movie is like Oliver Twist with a substantial tone of Victor Hugo's Les Misérables - it ends with an emotional scene of Oliver Twist visiting Fagin in prison on the eve of his hanging.

My judgement: ** out of 4 stars