Tuesday, 2 August 2011

Sweet Smell of Success

Resensi Film: Sweet Smell of Success (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1957
Negara Asal: USA
Sutradara: Alexander Mackendrick
Cast: Burt Lancaster, Tony Curtis, Susan Harrison

Plot: Kolumnis gosip J. J. Hunsecker memperalat publisis Sidney Falco untuk menghancurkan hubungan cinta adiknya dengan seorang musisi jazz (IMDb).

Ada film-2 yang tidak mudah diterima oleh penonton, Sweet Smell of Success adalah satu di antaranya. Ketika film ini keluar pada tahun 1957, fans Burt Lancaster tidak menyukai penampilannya karena karakternya statis dan talky (terlalu banyak berbicara, terlalu sedikit beraksi), fans Tony Curtis kecewa berat karena mengharapkan dia memainkan nice guy tetapi mendapatkannya memainkan bad guy, Alexander Mackendrick terancam tamat kariernya sebagai sutradara, dan para produsernya saling menyalahkan satu sama lain karena film tidak berhasil meraup jumlah penjualan tiket yang diharapkan. Tetapi di kalangan kritikus film, film ini memperoleh banyak pujian. Berdasarkan kisah nyata dari kolumnis Walter Winchell yang menggunakan profesinya untuk menghancurkan hubungan cinta adiknya dengan seorang pria yang tidak dia sukai, film ini adalah satire yang mengangkat drama kehidupan ini ke ketinggian yang belum pernah dicapai saat itu, yaitu dengan menggunakan akting yang intens, arahan yang ketat, dan dialog yang tajam. Kritikus film A. O. Scott dari New York Times mengatakan: "Dialognya berisi kalimat-2 yang tidak pernah diucapkan di kehidupan nyata, tetapi semua orang ingin mengucapkannya." Dengan berjalannya waktu, penonton sedikit demi sedikit dapat menghargai satire yang ada dalam film ini.

Cerita (***)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***1/2)
Akting (***1/2)

Keseluruhan: ***1/2/4

Sweet Smell of Success dapat anda temukan di eBay.com

Monday, 1 August 2011

Ninotchka

Resensi Film: Ninotchka (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1939
Negara Asal: USA
Sutradara: Ernst Lubitsch
Cast: Greta Garbo, Melvyn Douglas

Plot: Seorang Comrade wanita Rusia yang kaku dan disiplin dikirim ke Paris untuk menyelesaikan tugas negara. Sesampai di sana dia jatuh cinta dengan seorang pria yang mewakili semua nilai yang dibenci di Rusia (IMDb).

Berdasarkan script karya Melchior Lengyel, Ninotchka adalah komedi romantis dengan latar belakang konfrontasi antara kapitalisme Barat dan sosialisme Rusia. Dengan Rusia sebagai sasaran guyonan -- dengan menggambarkannya sebagai kaku dan kelabu (dibandingkan dengan Paris yang bebas dan hangat), script yang rapi dan tajam ini mempunyai kombinasi yang pas antara satire, sentimen dan humor. Ya betul, konfrontasi antara kapitalisme dan sosialisme dilebih-2kan, tetapi tetap terasa lucu dan menimbulkan tawa. Greta Garbo membawakan perannya sebagai Ninotchka dengan mengesankan: sebagai Comrade Yakushova, dia menggelikan ketika memasuki layar dengan wajah tanpa ekspresi, dan meyakinkan dengan aksen Rusianya; tetapi ketika dia akhirnya tertawa terpingkal-2, transisi yang terjadi betul-2 meyakinkan. Garbo mampu memikat hati penonton dengan pandangannya, dengan perkataannya, dan dengan tingkah lakunya. Dia memainkan Yakushova yang dingin dan tanpa emosi dan Ninotchka yang pemalu dan penuh canda dengan pesona yang sama. Wajahnya betul-2 cocok untuk kamera dan Ernst Lubitsch berhasil menangkapnya dengan sangat indah. Garbo membuktikan dirinya dalam komedi semampu dalam drama. Penampilannya dalam film ini memberinya nominasi Oscar untuk Aktres Terbaik yang keempat kalinya. Ninotchka adalah salah satu dari film terbaik dan akting terbaik dari Garbo. Melvyn Douglas memainkan perannya sebaik seperti dalam film-2nya yang lain. Chemistry antara Garbo dan Douglas sangat pas. The three stooges: Iranoff (Sig Ruman), Buljanoff (Felix Bressart) dan Kopalski (Alexander Granach) memberikan humor slapstick yang lucu dan menyenangkan. Dan The Grand Duchess Swana (Ina Claire) betul-2 sama seperti yang dikatakan legenda selama ini: dingin dan penuh perhitungan. Secara keseluruhan, Ninotchka adalah film yang manis tentang kemenangan cinta atas ideologi. Film ini terpilih sebagai salah satu dari 100 film komedi paling top sepanjang masa menurut American Film Institute.

Cerita (***)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***)
Akting (***1/2)

Keseluruhan: ***1/2/4

Ninotchka dapat anda temukan di eBay.com

Thursday, 28 July 2011

The Last Emperor

Resensi Film: The Last Emperor (***/4)

Tahun Keluar: 1987
Negara Asal: China, Italy, UK, France
Sutradara: Bernardo Bertolucci
Cast: John Lone, Joan Chen, Peter O'Toole

Plot: Biopic Puyi, Kaisar terakhir China, mulai dari saat dia diangkat menjadi Kaisar -- ketika dia masih berusia 3 tahun -- sampai setelah pemerintah komunis China menguasai seluruh negeri dan menyingkirkannya (IMDb).

The Last Emperor mempunyai setting produksi yang sangat mengesankan, mulai dari Art Direction dan Set Decoration, Cinematography, Costume Design, sampai ke Musical Score. Berbeda dari film-2 epic yang lain -- yang sering kita tonton, dimana sang hero adalah karakter yang aktif, yang melakukan sesuatu untuk lingkungan atau masyarakatnya, The Last Emperor adalah film epic tentang hero yang pasif, yang tidak berdaya. Di sepanjang film, sang hero tidak melakukan apa-2 untuk sekitarnya, sebaliknya ... justru sekitarnya yang mendikte, mengeksploitasi, dan menentukan nasibnya. Dari awal film, Bertolucci langsung menunjukkan ketidakberdayaan tersebut: scene-2 ketika Puyi kanak-2 di dalam istana (Forbidden City) di-intercut dengan scene-2 ketika dia dewasa di kamp "pendidikan ulang"; dimana seorang pejabat pemerintah menghabiskan waktu bertahun-2 mentransformasi dirinya dari seorang kaisar ke seorang tukang kebun -- dimana Puyi secara ironis akhirnya menikmati "kebebasan" untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Script secara detil dan telaten mengikuti perjalanan hidup Puyi -- di beberapa tempat terasa terlalu panjang dan bertele-2, dan berhasil menghindari politik dan politisasi cerita.

Cerita (***1/2)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***)
Akting (***)

Keseluruhan: ***/4

The Last Emperor dapat anda temukan di eBay.com

Wednesday, 27 July 2011

American Graffiti

Resensi Film: American Graffiti (***/4)

Tahun Keluar: 1973
Negara Asal: USA
Sutradara: George Lucas
Cast: Richard Dreyfuss, Ron Howard, Paul Le Mat, Harrison Ford, Bo Hopkins

Plot: Sekelompok remaja lulusan SMU menghabiskan hari terakhir mereka bersama dengan begadang semalaman sebelum mereka pergi meninggalkan teman-2nya (IMDb).

Berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai remaja yang hidup pada awal tahun 1960-an, film karya George Lucas sebelum dia memulai proyek epic-nya, Star Wars, ini adalah potret lucu, nostalgis, dan sekaligus bittersweet (sedih dan gembira) tentang sekelompok remaja pada hari terakhir keremajaannya. Didukung oleh cast yang -- saat itu masih muda dan belum terkenal, tetapi -- sangat berbakat dan disampaikan dengan simpati yang pas, American Graffiti berhasil merekam moral dan sikap generasi muda saat itu dengan jujur dan terbuka. Secara keseluruhan, American Graffiti adalah fiksi historis yang akurat -- tidak ada tulisan sosiologi ilmiah yang dapat menyamai kesuksesan film ini dalam mengenang bagaimana rasanya menjadi remaja yang hidup pada periode tersebut.

Cerita (***1/2)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***)
Akting (***)

Keseluruhan: ***/4

American Graffiti dapat anda temukan di eBay.com

Tuesday, 26 July 2011

Foreign Correspondent

Resensi Film: Foreign Correspondent (***/4)

Tahun Keluar: 1940
Negara Asal: USA
Sutradara: Alfred Hitchcock
Cast: Joel McCrea, Laraine Day, Herbert Marshall, George Sanders, Albert Bassermann

Plot: Menjelang pecahnya Perang Dunia ke 2 seorang reporter Amerika dikirim ke Eropa untuk menggali dan mengumpulkan fakta-2 konkret tentang gejolak politik di benua tersebut (IMDb).

Setelah menyelesaikan film Hollywood pertamanya, Rebecca (1940), di bawah pengawasan ketat produser David O. Selznick, Alfred Hitchcock dengan gembira menikmati kembali kebebasan artistiknya ketika Selznick "meminjamkan" dirinya ke produser Walter Wanger untuk membuat film keduanya, Foreign Correspondent. Hitchcock dengan cepat menyukai proyek ini yang merupakan cerita thriller espionase yang berliku, bertempo tinggi, dan menegangkan. Selain itu, dia pernah berkata: Sebagai seorang yang berasal dari Inggris, dia merasa terpanggil membuat film propaganda perang ini untuk menunjukkan kepada penonton di Amerika keseriusan perang yang sedang terjadi di Eropa, yang secara langsung melibatkan negara asalnya.

Joel McCrea
Foreign Correspondent dibintangi oleh Joel McCrea, yang bermain sebagai reporter Johnny Jones, yang dikirim ke Eropa untuk memberikan reportase dari sudut pandang yang baru. Memperoleh nama pena "Huntley Haverstock", tugas pertama Jones adalah mengorek informasi rahasia dari seorang diplomat Belanda, bernama Van Meer (diperankan oleh Albert Bassermann), yang terlibat dalam perundingan perdamaian -- informasi rahasia yang dicari adalah isi dari pakta perdamaian yang telah disepakati. Untuk menghubungi Van Meer, Jones diperkenalkan kepada seorang aktivis perdamaian dari Inggris, bernama Stephen Fisher (diperankan oleh Herbert Marshall), yang akan menyelenggarakan konferensi yang akan dihadiri oleh Van Meer.

Di London, ketika Jones akan pergi menghadiri konferensi tersebut, dia bertemu dengan Van Meer yang menawarinya berangkat bersamanya ke konferensi tersebut. Jones menerima tawaran tersebut dan berusaha mengorek informasi darinya, tetapi tidak berhasil. Di tempat konferensi, ketika acara akan dimulai, Fisher mengumumkan bahwa Van Meer berhalangan hadir karena dia harus menghadiri konferensi yang lain di Amsterdam. Jones mengejar Van Meer ke Amsterdam. Ketika Van Meer akhirnya muncul dan berjalan menaiki anak tangga menuju gedung konferensi, seorang fotografer tiba-2 muncul di depannya dan menembaknya dari jarak dekat. Si penembak berhasil meloloskan diri, tetapi Jones mengejarnya dengan menghentikan sebuah mobil yang ternyata berisi Carol Fisher (diperankan oleh Laraine Day), anak perempuan Stephen Fisher, dan Scott ffolliott (diperankan oleh George Sanders), seorang reporter yang juga tertarik mewawancarai Van Meer. Sementara mereka mengejar mobil si penembak, ffolliott sempat menjelaskan kepada Jones bahwa huruf besar (capital letter) nama keluarganya sengaja diganti dengan huruf kecil sebagai kenangan atas kematian nenek moyangnya yang kepalanya dipenggal (capital punishment) oleh Raja Henry VIII ... gaya humor khas Hitchcock?! :-) Mereka mengejar mobil si penembak sampai ke luar kota, tetapi mobil tersebut tiba-2 menghilang begitu saja di tengah deretan kincir angin.

Jones kemudian menemukan satu kincir angin yang kincirnya berputar melawan arah angin dan mencurigai tempat tersebut sebagai tempat persembunyian. Sementara Carol dan ffolliott pergi mencari bantuan polisi, Jones menyelinap masuk ke dalam kincir angin tersebut dan menemukan Van Meer disekap di sana -- orang yang ditembak di depan gedung konferensi ternyata bukan Van Meer, tetapi orang yang mirip dengannya. Dalam keadaan setengah sadar, Van Meer mengatakan bahwa dia diculik dan kelompok penculik berusaha mengorek informasi dari dirinya. Sebelum sempat menanyai Van Meer lebih jauh, Jones terpaksa melarikan diri. Ketika Jones kembali bersama polisi ke kincir angin tersebut, kelompok penculik telah pergi dan membawa Van Meer dengan sebuah pesawat.

Jones, ffolliott, kelompok penculik ... semuanya mengejar informasi yang sama, yaitu isi dari pakta perdamaian. Dari dialog yang terlontar, disebutkan bahwa informasi tersebut hanya diketahui oleh dua orang saja, yaitu Van Meer dan satu orang yang lain - dan informasi tersebut bahkan hanya disepakati secara verbal saja. Informasi rahasia ini adalah MacGuffin -- salah satu dari MacGuffin-2 paling terkenal dari film-2 Hitchcock ... kita bahkan tidak pernah tahu isi dari pakta perdamaian tersebut sampai film berakhir :-)

Berdasarkan memoir dengan judul "Personal History" karya jurnalis Vincent Sheean, setelah melalui penulisan ulang berkali-2 oleh hampir selusin penulis, script film ini sama sekali tidak mirip dengan cerita aslinya. Dengan plot yang terasa dibuat-2 -- misalnya, ketika Jones mengejar si penembak dengan menghentikan sebuah mobil yang ternyata berisi orang yang dia kenal, Foreign Correspondent berisi banyak plot yang meminjam dari cerita-2 yang lain, misalnya: penembakan orang yang mirip untuk mengelabui penculikan orang yang sesungguhnya adalah plot dari "The Third Round" (1924), karakter Van Meer berasal dari karakter dari "Mr. Standfast" (1919), karakter-2 Stephen Fisher dan anak perempuannya, dan plot akhir dari film ini berasal dari "The Riddle of the Sands" (1903). Selain itu, Foreign Correspondent juga berisi banyak ide setting produksi yang meminjam dari film-2 yang lain, misalnya: Frankenstein (1931), The Threepenny Opera (1931), A Night at the Opera (1935), Little Lord Fauntleroy (1936), Seven Sinners (1936), Non Stop New York (1937), The Life of Emile Zola (1937), History is Made at Night (1937), Trade Winds (1938) dan Espionage Agent (1939).

Namun demikian, dengan berjalannya waktu, Foreign Correspondent tetap dikenang karena setting-2nya yang memorable, antara lain: scene penembakan Van Meer ketika dia berjalan menaiki anak tangga menuju gedung konferensi, scene penembak menyembunyikan senjatanya di kameranya, scene Jones mengejar si penembak melalui lautan massa yang membuka payungnya, scene menegangkan -- sekaligus menggelikan -- ketika Rowley (diperankan oleh Edmund Gwenn) berusaha mencelakai Jones, dan scene pesawat ketika jatuh ke lautan Atlantik. Selain itu, Foreign Correspondent juga dikenang karena ketelitian Hitchcock dalam menampilkan detil cuaca dan atmosfir dalam setting-2 tersebut: mulai dari New York yang terang benderang, ke Amsterdam yang mendung dan gerimis, ke London yang kelabu dan kumuh, sampai ke lautan Atlantik yang beramuk ombak.

Albert Bassermann memperoleh pujian khusus untuk aktingnya yang sangat menjiwai sebagai Van Meer, dimana dia memohon perdamaian, tetapi sekaligus menolak mundur dari kemungkinan terjadinya perang. Dengan waktu penampilan yang relatif singkat, Bassermann berhasil menampilkan berbagai macam emosi, mulai dari orang tua yang bicaranya ngelantur, ke negarawan yang puitis, ke orang tua yang pikun, sampai ke orang asing yang siaga.

Walaupun dibumbui dengan ke-tidak-orisinil-an di sana sini, karena dikeluarkan pada saat yang tepat, Foreign Correspondent meraih popularitas yang tinggi dan menerima nominasi Academy Award untuk 6 kategori; salah satunya, Film Terbaik -- bersaing dengan Rebecca (1940) yang dikeluarkan pada tahun yang sama. Hanya beberapa saja dari film-2 Hitchcock selanjutnya yang menerima nominasi untuk Film Terbaik.

Bagi penggemar Hitchcock, Foreign Correspondent adalah prelude untuk film thriller espionase Hitchcock yang lain, yang lebih superior, yang dia ciptakan 19 tahun kemudian, yaitu North by Northwest (1959).

Menerima nominasi Academy Award untuk:
  • Best Actor in a Supporting Role (Albert Bassermann)
  • Best Art Direction, Black-and-White (Alexander Golitzen)
  • Best Cinematography, Black-and-White (Rudolph Maté)
  • Best Effects, Special Effects (Paul Eagler (photographic),Thomas T. Moulton (sound))
  • Best Picture (Walter Wanger)
  • Best Writing, Original Screenplay (Charles Bennett, Joan Harrison)

Cerita (***)
Screenplay (***)
Karakter (***)
Akting (***)

Keseluruhan: ***/4

Foreign Correspondent dapat anda temukan di eBay.com