Showing posts with label Meryl Streep. Show all posts
Showing posts with label Meryl Streep. Show all posts

Saturday, 10 August 2013

The China Syndrome, Silkwood, Erin Brockovich

Triple Environmental Pollution!


Tiga perusahaan penghasil energi menyembunyikan fakta buruk dari mata publik.

Sering luput dari concern kita bahwa produksi (dan konsumsi) energi sering dibarengi dengan produksi limbah yang mencemari lingkungan -- dan karena kita hidup di dalamnya, limbah tersebut juga mencemari kesehatan kita. Sadar atau tidak, kita sering tidak ingin memikirkan hal tersebut -- mungkin karena subconsciously kita mempunyai harapan bahwa planet kita mampu dengan sendirinya membersihkan segala kotoran tersebut. So, tidak mengherankan kalau topik pencemaran lingkungan bukan topik yang hot untuk difilmkan -- film-2nya sering terasa kering karena mengandung banyak jargon atau terminologi hukum dan teknis.

The China Syndrome (1979)
Tiga tahun setelah All the President's Men yang membongkar skandal riel Watergate, dalam film fiksi ini Jane Fonda berperan sebagai investigative journalist, Kimberly Wells, yang membongkar kelalaian prosedur keamanan di perusahaan pembangkit listrik bertenaga nuklir di Los Angeles. Coincidently, dua minggu sebelum film ini diputar, reaktor nuklir di negara bagian Pennsylvania mengalami kecelakaan yang sama seperti cerita dalam film ini. Setelah itu kita menyaksikan dua kecelakaan nuklir yang lain dengan skala yang sama, yaitu di Chernobyl, USSR, dan baru-2 ini di Fukushima, Jepang. So, walaupun fiktif film ini mempunyai dasar yang ilmiah. Peran Fonda dalam film ini terasa sama persis seperti dalam kehidupan nyatanya sebagai seorang social activist. Tetapi Jack Lemmon-lah yang aktingnya menciptakan realisme dari film “near miss” ini.

Silkwood (1983)
Lagi-2 perusahaan yang berhubungan dengan pembangkit listrik bertenaga nuklir. Berdasarkan kisah nyata, perusahaan ini berusaha meningkatkan produktivitas dengan mengorbankan keselamatan karyawannya. Hmmm, ada berapa banyak ya perusahaan yang meningkatkan produktivitas dengan mengorbankan keselamatan karyawannya?? Dan di perusahaan ini resikonya tidak main-2: pencemaran radioaktif terhadap karyawannya. Dan mereka yang mengetahuinya justru menutup-nutupinya. Akhirnya karyawan sendiri yang harus turun tangan menyelidiki dan memperkarakan bosnya. Dan berakibat fatal! Selepas dari Sophie's Choice (1982), Meryl Streep dengan sangat meyakinkan memainkan perannya sebagai buruh pekerja.

Erin Brockovich (2000)
Berdasarkan kisah nyata juga, perusahaan penghasil gas alam di California ini sudah lama mencemari air tanah di daerah sekitarnya dan menutup-nutupi fakta yang mendatangkan bencana kesehatan terhadap penduduk di daerah tersebut ... sampai seorang wanita pengangguran yang sedang magang di kantor pengacara Edward Masry datang. Untuk tema yang maha penting ini, walaupun penampilan Julia Roberts tidak terlalu berbeda dari penampilan sepuluh tahun sebelumnya dalam Pretty Woman (she only looks older and a little bit wiser here :-)), Roberts berhasil menggondol piala Oscar untuk Aktres Terbaik.


The China Syndrome, Silkwood, Erin Brockovich dapat anda temukan di eBay.com

Tuesday, 4 September 2012

It's Complicated

Resensi Film: It's Complicated (7.0/10)

Tahun Keluar: 2009
Negara Asal: USA
Sutradara: Nancy Meyers
Cast: Meryl Streep, Steve Martin, Alec Baldwin

Plot: Ketika menghadiri acara wisuda anaknya, sepasang eks -- one thing led to another -- membangkitkan kembali api asmara di antara mereka. Satu kesempatan yang merupakan "kecelakaan" tersebut ternyata berkelanjutan menjadi affair serius. Masalahnya, si eks suami sudah menikah lagi dan si eks istri sudah terbiasa hidup sebagai wanita single (IMDb).

Pertama, apresiasi. Menurut organisasi riset pemasaran AC Nielsen, demografi terbesar dari pengunjung gedung bioskop adalah pria berusia 18 sampai 35 tahun. Konsekuensinya, film-2 yang diproduksi juga terbanyak untuk penonton dalam demografi tersebut. Kalau dipikir-2, kasihan nich jadi penonton yang jatuh di luar demografi tersebut -- apalagi penonton yang mulai menginjak usia setengah baya. Mosok mereka tidak diberi hiburan? Padahal kelompok ini jumlahnya (semakin) banyak (khususnya di negara-2 Barat yang mengalami 'aging population') dan mereka mempunyai kemampuan finansial (setelah anak-2nya meninggalkan rumah dan tidak menjadi beban lagi) untuk memperoleh hiburan. Mungkin pertimbangan inilah yang ada dalam benak Nancy Meyers, sang sutradara, merangkap penulis, sekaligus produser, dari film ini. Melihat catatan karier dari Meyers, dia nampaknya menulis cerita yang sesuai dengan usianya, misalnya: ketika dia berusia 30-an, dia menulis Private Benjamin (1980) -- cerita tentang wanita yang frustrasi dalam hidup percintaannya; ketika berusia 40-an, menulis remake Father of the Bride (1991) -- cerita tentang ayah yang pusing mempersiapkan acara perkawinan putrinya; dan ketika berusia 50-an, menulis Something's Gotta Give (2003) -- cerita tentang pria berusia 60-an jatuh cinta dengan wanita berusia 50-an. Film terbaru Meyers ini mungkin dibuat untuk mengulang kesuksesan Something's Gotta Give. Dari segi finansial film ini hampir menyamai kesuksesan box-office film sebelumnya, tetapi dari segi cerita dan akting tidak dapat mengalahkannya. Apresiasi juga perlu diberikan kepada Meryl Streep yang tidak takut berakting sesuai dengan usianya -- dia tidak memerlukan body-double untuk menghindari lemak di beberapa bagian tubuhnya. Alec Baldwin juga, berani mengolok-2 dada dan perutnya sendiri yang sama sekali sudah gak seksi lagi :-) Sayangnya, justru Steve Martin-lah yang wajahnya kelihatan plasticky :-)

Kedua, kritik. Dibandingkan dengan Something's Gotta Give, ceritanya predictable (mudah ditebak) dan karakterisasinya juga kurang dalam. Dari segi akting, Meryl Streep dapat menyamai pesona Diane Keaton; tetapi Streep di sini tampil rileks, nuanced, laid-back, menempatkan karakternya dalam posisi "hanyut ikut arus" (tetapi protes dalam hati), sedang Keaton tidak pernah melepaskan feminisme-nya, menempatkan karakternya dalam posisi "pegang kendali" -- so, memberi karakternya tepi yang lebih tajam. Alec Baldwin, walaupun tampil lucu dan menyenangkan, tidak dapat menyamai pesona Jack Nicholson yang justru tampil sebaliknya: irritating dan menggemaskan -- sekali lagi, memberi karakternya tepi yang lebih tajam. Akibatnya, chemistry antara Streep dan Baldwin tidak "semeletup" atau semenarik chemistry pasangan Keaton/Nicholson. Sedang karakter yang dimainkan Steve Martin terasa kurang berperan (under-developed/under-used). Untungnya, akhir ceritanya masuk akal dan tidak terjebak dalam Hollywood happy ending.

Dengan production design kota Santa Barbara dan arsitektur peninggalan Spanyol-nya yang hangat dan eksotik dan set decoration dapur koki yang elegan (dan istri yang pandai masak!), ya ... penonton percaya mengapa si eks suami ingin kembali ke cinta lamanya.

* 7.0/10




It's Complicated dapat anda temukan di eBay.com

Thursday, 16 August 2012

The Iron Lady

Resensi Film: The Iron Lady (7.8/10)

Tahun Keluar: 2011
Negara Asal: UK, France
Sutradara: Phyllida Lloyd
Cast: Meryl Streep, Jim Broadbent, Alexandra Roach, Harry Lloyd

Plot: Tiga hari di suatu waktu pada tahun 2009 dalam hidup bekas perdana menteri Inggris, Margaret Thatcher (IMDb).

Sejak kemunculannya film yang berhasil membawa Meryl Streep ke Oscar ketiganya ini menerima banyak review negatif terhadap ceritanya. Kalau dipikir-2, produser, sutradara, dan penulis script film ini pasti sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi tersebut ketika mereka memutuskan membuat film yang lebih berdasarkan pada pengamatan dari "orang ketiga" daripada dari subyeknya sendiri, atau paling tidak dari orang yang dekat dengan subyeknya -- Meryl Streep, dalam wawancaranya, mengatakan bahwa dia menyadari kemungkinan terjadinya reaksi tersebut. Mereka yang pro terhadap Thatcher tidak menyukai ceritanya, karena ternyata lebih menggambarkan Thatcher sebagai penderita dementia daripada Thatcher sebagai perdana menteri yang hebat. PM Inggris saat ini, David Cameron, dalam wawancaranya dengan BBC mengatakan bahwa timing munculnya film ini tidak tepat: "Why do we have to have this film right now?" (maksudnya, mengapa membuat film ini sementara Thatcher masih hidup). Cameron juga mengatakan: "It is more about dementia than an amazing prime minister." Sedang mereka yang kontra terhadap Thatcher juga tidak menyukai ceritanya, karena ternyata lebih menggambarkan Thatcher sebagai penderita dementia daripada Thatcher sebagai perdana menteri yang "jahat"/keras. Hmmm, lucu ya ... yang pro dan yang kontra sama-2 tidak menyukai ceritanya karena alasan yang hampir sama :-)

Sebagai orang yang tidak pro dan tidak kontra, penulis tidak mempunyai ekspektasi apapun terhadap ceritanya: tiga hari di suatu waktu pada tahun 2009 dalam hidup seorang wanita yang dulu dijuluki oleh pers Sovyet dengan sebutan Iron Lady ... yes, why not, mengapa tidak?! Siapa yang mengharuskan cerita tentang seorang politikus harus berpusat pada kehidupan politiknya saja? Memangnya seorang politikus tidak mempunyai kehidupan pribadi??? Justru di sinilah penulis dapat mengapresiasi cerita dari Abi Morgan ini -- di sini ditampilkan sisi pribadi dari Thatcher, sebuah sisi yang tidak banyak diketahui oleh publik. Dalam periode tiga hari yang singkat penonton menyaksikan: asal-usul/latar belakang Thatcher, ayahnya yang menjadi idolanya, pertemuannya dengan Denis (suaminya), aspirasinya sejak semula untuk terlibat dalam kebijakan publik dan dukungan suaminya terhadap aspirasi tersebut, posisi dirinya yang tidak pernah pas dalam partainya sendiri (Tory/Conservative), integritasnya yang tidak pernah lekang (sikap dan keputusannya selalu konsisten), dan kekosongan hidupnya setelah suaminya meninggal dunia. Ceritanya disampaikan secara non-linear/bolak-balik antara saat ini (penderita dementia/pikun yang kadang-2 tidak dapat membedakan antara kenangan dan kenyataan) dan flashback fragmen-2 dari masa lalunya tersebut. Kritikus film Roger Ebert menilai bahwa ceritanya tidak tahu mau "berkata" apa tentang Thatcher; well, I completely disgaree! ... ceritanya sudah berkata banyak tentang Thatcher -- mungkin bukan kata-2 yang dia inginkan, tetapi banyak (!) :-), mempertimbangkan ceritanya bersetting dalam periode tiga hari saja :-)

Sutradara Phyllida Lloyd dan penulis script Abi Morgan telah melakukan tugasnya dengan baik men-visualisasi apa yang ada dalam benak seorang penderita dementia. Dan Meryl Streep, aktingnya sebagai Thatcher betul-2 mencengangkan -- memainkan perannya yang menjangkau empat dasawarsa, dengan versatilitas yang tinggi Streep berakting dengan seluruh tubuhnya, termasuk ekspresi wajahnya. Streep dapat menirukan gaya berbicara Thatcher, gaya berjalannya, bahkan sampai ke detil-2 kecil yang lainnya, misalnya gerakan kepalanya dan ekspresi wajahnya. Dan ketika Streep mesti memerankan Thatcher yang tua dan menderita dementia, gerakan tubuhnya yang renta dan sinar matanya yang lelah ... wow, amazing (!), akting Streep di sini adalah salah satu dari akting terbaiknya dalam kariernya selama ini.

Penonton yang mengharapkan biopic tentang perjalanan politik Thatcher akan kecewa dengan film ini, tetapi penonton yang datang tanpa ekspektasi akan dapat menikmatinya. Dan kalau anda adalah penggemar Streep, this is a must see movie for you!

* 7.8/10

The Iron Lady dapat anda temukan di eBay.com

Wednesday, 20 July 2011

The Bridges of Madison County

Resensi Film: The Bridges of Madison County (**1/2/4)

Tahun Keluar: 1995
Negara Asal: USA
Sutradara: Clint Eastwood
Cast: Clint Eastwood, Meryl Streep, Annie Corley, Victor Slezak

Plot: Jurnalis foto Robert Kincaid tanpa disengaja memasuki kehidupan seorang ibu rumah tangga, Francesca Johnson, selama empat hari pada tahun 1960-an (IMDb).

Berdasarkan novel dengan judul yang sama karya Robert James Waller, cerita romans kilat ini tidak dapat mengalahkan pendahulunya, Brief Encounter (1945), dalam segala segi. Pertama, script kurang memberi waktu yang cukup untuk mengungkap latar belakang kehidupan rumah tangga Francesca Johnson dan aspirasi yang tersimpan di dalam dirinya, sehingga penonton menjadi kurang simpati terhadap situasinya. Kedua, Clint Eastwood terkesan salah casting -- terlalu tua untuk perannya. Ketiga, walaupun Meryl Streep memainkan perannya dengan baik, dia juga terkesan salah casting -- tidak meyakinkan sebagai wanita berdarah Itali. Meskipun Clint sudah menggunakan pendekatan yang sensitif, cerita terkesan bergulir mengambang di atas saja.

Cerita (***)
Screenplay (**1/2)
Karakter (**1/2)
Akting (***)

Keseluruhan: **1/2/4

The Bridges of Madison County dapat anda temukan di eBay.com

Monday, 14 February 2011

Mamma Mia!

Resensi Film: Mamma Mia! (**1/2/4)

Tahun Keluar: 2008
Negara Asal: USA, UK, Germany
Sutradara: Phyllida Lloyd
Cast: Meryl Streep, Pierce Brosnan, Amanda Seyfried

Plot: Menjelang perkawinannya seorang wanita muda berusaha menemukan ayah kandungnya (IMDb).

Adaptasi dari teater musik West End dengan nama yang sama, dengan menggunakan lagu-2 dari grup musik ABBA, Mamma Mia! menyediakan plot yang dangkal, tetapi fun/hiburan yang dalam. Dengan latar belakang Laut Tengah yang super indah dan nama-2 besar seperti Meryl Streep, Pierce Brosnan, Colin Firth, Julie Walters dan yang lainnya, penonton tidak sulit menemukan kompensasi yang setimpal untuk mengimbangi plot yang dangkal tersebut -- apalagi kalau anda adalah penggemar setia grup musik ABBA ...

Cerita (**1/2)
Screenplay (**1/2)
Karakter (**1/2)
Akting (**1/2)

Keseluruhan: **1/2/4

Mamma Mia! dapat anda temukan di eBay.com

Tuesday, 30 November 2010

Doubt

Resensi Film: Doubt (***1/2/4)

Tahun Keluar: 2008
Negara Asal: USA
Sutradara: John Patrick Shanley
Cast: Meryl Streep, Philip Seymour Hoffman, Amy Adams, Viola Davis

Plot: Di awal tahun 1960-an, suster kepala di sebuah sekolah menengah Katolik mencurigai sifat hubungan antara pastor paroki dan salah satu murid yang bermasalah (IMDb).

Berasal dari naskah panggung pemenang penghargaan Pulitzer karya John Patrick Shanley sendiri, Doubt adalah film kecil yang padat cerita dan padat akting - dengan demikian, film ini mempunyai kekuatan utama di cerita, dialog dan akting para pemeran pusatnya. Sangat menarik, sekaligus menghibur, melihat bagaimana aktor-2 kawakan Meryl Streep dan Philip Seymour Hoffman menghanyutkan penonton dengan akting yang meyakinkan. Aktor muda Amy Adams demikian juga, tetapi Viola Davis - yang tampil hanya beberapa menit saja - hampir saja mencuri pusat perhatian dengan akting yang mengiris hati sebagai ibu dengan masalah rumah tangga yang pelik.

Cerita (***)
Screenplay (***)
Karakter (***1/2)
Dialog (***1/2)
Akting (***1/2)

Keseluruhan: ***1/2/4

Doubt dapat anda temukan di eBay.com

Friday, 11 June 2010

Julie & Julia

Movie Review: Julie & Julia

Year of Release: 2009
Country of Origin: USA
Director: Nora Ephron
Cast: Meryl Streep, Amy Adams, Stanley Tucci, Chris Messina

Plot outline: Julia Child's story of her start in the cooking profession is intertwined with blogger Julie Powell's 2002 challenge to cook all the recipes in Child's first book (IMDb).

Corresponding two true stories from over half a century’s distance, Julie & Julia is an appealing idea from director and romantic comedy veteran Nora Ephron. But it’s fatally compromised by one of the stories being stultifyingly boring and suffering by the comparison. So this is two movies in one, one quite charming, the other quite dire. Meryl Streep is never less than entertaining as the trilling Child (having no familiarity with her, I’ve no idea how close the portrayal is – a Saturday Night Live skit watched by Powell starring Dan Akroyd offers a pretty broad caricature) and she has a fine foil in Stanley Tucci as her husband Paul. Soul mates for whom food is an integral part of their shared sensual devotion, they are that rare thing in contemporary cinema: a rock-solid marriage at the heart of the story. As Powell, Amy Adams has much less to work with. Fielding phone calls in a Manhattan office overlooking Ground Zero, advising angry and despairing victims of 9/11 on compensation, the character nevertheless seems horribly self-absorbed, interpreting her gruesome friends’ professional success as a personal slight against her. So she begins her blog, cooks dish after dish after dish and has a brief falling out with her tediously supportive husband Eric (Chris Messina). And that’s it. Modern, internet-enabled narcissism that’s big on complaining and clumsy exposition. Every time the action switches to 2002, you find yourself yearning to return to the bustling Paris of 1949. Indeed, Powell’s only redeeming moment comes when she learns via a journalist that the 90-year-old Child disapproves of her venture. Irrespective of the possibility of them ever meeting, Ephron skips away from the ramifications that this moment offers, having Eric voice some banal platitude before the movie wraps up happily ever after. Streep may occasionally overwhoop in her performance, especially when her sister Dorothy (Jane Lynch) comes to stay. But her sleeves rolled up, can-do attitude injects far more joie de vivre into this ill-conceived picture than it deserves. (JR)

My judgement: **1/2 out of 4 stars

Sunday, 30 May 2010

Falling in Love

Movie Review: Falling in Love

Country of Origin: USA
Year of Release: 1984
Director: Ulu Grosbard
Cast: Robert De Niro, Meryl Streep, Harvey Keitel

Plot outline: A chance meeting could lead married commuters to an affair (IMDb).

Based on (or inspired by) the 1945 British movie Brief Encounter, Falling in Love is unremittingly, perhaps deliberately, banal. The funniest line in the movie ("How much do you weigh?") is inspired by the characters' inability to think of anything to say. We learn nothing of substance about them. They are provided with spouses who are ciphers, with personalities that are shallow and narcissistic, with crises that depend upon a manipulative script. And as if all of that were not bad enough, the movie also resorts to Idiot Plot techniques to squeeze out an infuriating ending. A final farewell between the lovers is prevented because of faulty communications. A later reunion takes place when there is only one fact that each lover needs to know - that the other is separated or divorced. Incredibly, neither character makes this revelation, because to supply that single essential fact would spoil its manipulative and shameless ending. Incredibly, there are passages when this movie works. They are entirely due to the chemistry, the genuine human qualities of Robert De Niro and Meryl Streep. They carry the plot and the dimwit dialogue because of the goodwill they've built up with us, and because of their own magnetism, their ability to invest worthless dialogue with a certain personal charm. Falling in Love will serve as a definitive example of good performances in a bad movie. (RE)

My judgement: **1/2 out of 4 stars

Monday, 30 June 2008

Lions for Lambs

Movie Review: Lions for Lambs

Year of Release: 2007
Country of Origin: USA
Director: Robert Redford
Cast: Robert Redford, Meryl Streep, Tom Cruise

Plot outline: Injuries sustained by two special forces behind enemy lines in Afghanistan set off a sequence of events involving a senator, a journalist and a professor (IMDb).

This movie has a good director (his 1980 signature work Ordinary People won 4 Oscars - including Best Picture and Best Director, and his 1994 docudrama Quiz Show was nominated for 4 Oscars - including Best Picture and Best Director), a good cast and a good, solid, thought-provoking idea - "If you don't stand for something, you might fall for anything." But somehow the idea doesn't materialize into a real story that can really engage us on an emotional level. Robert Redford has always had a tendency to be preachy and in this movie he certainly is. Instead of realizing the idea into a real story, he only envisions a simulation of it: an ambitious, overzealous Republican senator (played by Tom Cruise) giving an interview to a skeptical, liberal journalist (played by Meryl Streep) detailing a new, brave strategy for victory in Afghanistan; two special forces ambushed on an Afghani ridge struggling to survive as Taliban forces close in; and a political science professor at a California university (played by himself) trying to reach a talented student to re-engage. A lot of lecturing about the idea, but not the real story itself.

My judgement: ** out of 4 stars

Wednesday, 27 February 2008

Silkwood

Movie Review: Silkwood

Year of Release: 1983
Country of Origin: USA
Director: Mike Nichols
Cast: Meryl Streep, Kurt Russell, Cher

Plot outline: The story of Karen Silkwood, a metallurgy worker at a plutonium processing plant who was purposefully contaminated, psychologically tortured and possibly murdered to prevent her from exposing blatant worker safety violations at the plant (IMDb).

Long before Julia Roberts played the role of no nonsense, streetwise, self-made lawyer Erin Brockovich, Meryl Streep tackled the more challenging role of poor, without hope, low-income worker Karen Silkwood. If you don't know why she's considered as one of very few Hollywood living legends, this movie will definitely show you Meryl Streep at her best. While Cher, despite her real-life glamorous lifestyle, she acts superbly well for the unattractive, unglamorous role of Silkwood's lesbian co-worker. And the script and the directing successfully gives an excellent portrait of the world of the underclass.

My judgement: *** out of 4 stars

Monday, 18 February 2008

Rendition

Movie Review: Rendition

Year of Release: 2007
Country of Origin: USA
Director: Gavin Hood
Cast: Jake Gyllenhaal, Reese Witherspoon, Meryl Streep

Plot outline: A CIA analyst questions his assignment after witnessing an unorthodox interrogation at a secret detention facility outside the US (IMDb).

Without getting too deep into certain particular issues, this thought provoking movie shows a broad sense of the dilemma of extraordinary renditions that have been happening since 9/11. The story smoothly connects four opposing subplots of the people involved in this controversial program. Many questions emerge as the story progresses, e.g. Does the program really help stop terrorist acts? The facts that foreign intelligence are often relied on and they are not particularly too keen about the diligence of their work, what happens if the wrong people are arrested and tortured? This is a very brave subject Hollywood has brought up so far.

My judgement: **1/2 of out of 4 stars

Sunday, 20 January 2008

Out of Africa

Movie Review: Out of Africa

Year of Release: 1985
Country of Origin: USA
Director: Sydney Pollack
Cast: Meryl Streep, Robert Redford

Plot outline: Poetic memoirs of the life of Danish aristocrat and storyteller Karen Blixen (Isak Dinesen), from her marriage and departure for Kenya in 1913 until her return to Denmark in 1931 (IMDb).

"I had a farm in Africa at the foot of the Ngong Hills, ..." Sydney Pollack perfectly adapts the poetic rhythm of the memoirs into a moving - without being too sentimental, picturesque cinematic experience. He perfectly captures the heart of the story and presents it in a fascinating blend of African geography, its people, its wildlife, Mozart, the love story and the tragedy that comes with it. John Barry then completes it with his divine musical scores. It's one of my personal favourites.

My judgement: ***1/2 out of 4 stars

Out of Africa's musical scores