Thursday, 11 August 2011

Sunset Boulevard

Resensi Film: Sunset Boulevard (****/4)

Tahun Keluar: 1950
Negara Asal: USA
Sutradara: Billy Wilder
Cast: William Holden, Gloria Swanson, Erich von Stroheim, Nancy Olson

Plot: Seorang penulis script yang sedang bokek terpaksa menerima tawaran pekerjaan dari seorang bintang film kuno, yang sudah pudar popularitasnya, untuk menulis script untuk dirinya (IMDb).

Sunset Boulevard adalah film dari Hollywood, tentang Hollywood. Sebelum film ini dibuat dan sesudahnya, tidak ada film Hollywood yang dengan begitu tajam menyingkap sisi gelap industri perfilman di Hollywood. Ketika film ini keluar pada tahun 1950, penonton dan para kritikus film sama-2 memberikan reaksi yang positif, tetapi tidak dari kalangan Hollywood sendiri. Kritik paling tajam untuk Billy Wilder datang dari kalangannya sendiri: "How could you? " -- bagi mereka, Billy Wilder telah mengkhianati mereka ... tega-2nya dikau menyingkap kejelekan kita sendiri?!

Sunset Boulevard adalah film yang sempurna di segala segi. Dimulai dari cast yang sangat tepat: William Holden saat itu adalah bintang muda yang sedang turun pamornya, Gloria Swanson adalah bintang kuno dari jaman film bisu yang sudah terlupakan, Erich von Stroheim adalah sutradara kuno juga dari jaman film bisu yang sudah tidak berkarya lagi (kenyataannya, Stroheim pernah mengarahkan Swanson dalam film bisu berjudul Queen Kelly (1932), yaitu film yang ditonton karakter Swanson dan karakter Holden dalam film ini), dan Nancy Olson adalah pendatang baru yang masih "murni" dan penuh dengan idealisme. Masing-2 sangat memahami dan menghayati karakter yang diperankan dan memainkan perannya dengan sangat meyakinkan -- khususnya untuk Swanson, yang penampilannya sebagai Norma Desmond betul-2 tak terlupakan, dan von Stroheim, yang meskipun tidak banyak berbicara, keberadaannya sebagai pembantu Desmond betul-2 tak terpisahkan dari drama tragedi ini. Scriptnya rapi dan ketat, dan dibumbui dengan dialog-2 yang tajam dan mengena -- sebagian besar keluar dari mulut Holden (lucky him! :-)), tetapi 2 kalimat yang akhirnya menjadi legendaris diluncurkan dari mulut Swanson:
Gillis (Holden): You're Norma Desmond. You used to be in silent pictures. You used to be big.
Desmond (Swanson): I AM big. It's the PICTURES that got small!
Desmond (Swanson): All right, Mr. DeMille, I'm ready for my close-up.
Sunset Boulevard dilengkapi dengan setting produksi yang sangat mengesankan, mulai dari Art Direction dan Set Decoration, Cinematography (hitam/putih), Costume Design, sampai ke Musical Score. Sunset Boulevard menerima 11 nominasi Academy Award, yaitu:

  • Best Picture (Paramount)
  • Best Director (Billy Wilder)
  • Best Writing, Story and Screenplay (Charles Brackett, Billy Wilder, D.M. Marshman Jr.)
  • Best Actor in a Leading Role (William Holden)
  • Best Actor in a Supporting Role (Erich von Stroheim)
  • Best Actress in a Leading Role (Gloria Swanson)
  • Best Actress in a Supporting Role (Nancy Olson)
  • Best Film Editing (Arthur P. Schmidt, Doane Harrison)
  • Best Cinematography, Black-and-White (John F. Seitz)
  • Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White (Hans Dreier, John Meehan, Sam Comer, Ray Moyer)
  • Best Music, Scoring of a Dramatic or Comedy Picture (Franz Waxman)

tetapi -- sebagai "hukuman" dari Hollywood -- hanya berhasil memenangkan 3 kategori saja, yaitu: Best Writing, Best Art Direction-Set Decoration, dan Best Music.

Sejak dari awal, Sunset Boulevard telah menjadi klasik ... dan memang betul, setelah lebih dari 60 tahun Sunset Boulevard tetap semenghantui seperti ketika pertama kali dikeluarkan.

Cerita (****)
Screenplay (****)
Karakter (****)
Dialog (****)
Akting (****)

Keseluruhan: ****/4

Sunset Boulevard dapat anda temukan di eBay.com

Tuesday, 9 August 2011

Mr. & Mrs. Smith

Resensi Film: Mr. & Mrs. Smith (***/4)

Tahun Keluar: 1941
Negara Asal: USA
Sutradara: Alfred Hitchcock
Cast: Carole Lombard, Robert Montgomery, Gene Raymond

Plot: Sepasang suami istri yang sering bertengkar menemukan bahwa gara-2 masalah perbatasan negara bagian perkawinan mereka menjadi tidak sah (IMDb).

Saat itu Alfred Hitchcock dan keluarganya tinggal di rumah yang disewa dari aktres Carole Lombard. Mengetahui reputasi Hitchcock sebagai sutradara film-2 thriller, Lombard meminta Hitchcock untuk mengarahkannya dalam film komedi terbarunya. Hitchcock dengan senang hati menerima tantangan tersebut. Mengapa tidak? Sebelum menggarap film ini Hitchcock pernah beberapa kali mengarahkan film komedi dengan setting perkawinan, yaitu The Farmer's Wife (1928) dan Rich and Strange (1931).

Hitchcock pernah berkata:
Film ini dibuat sebagai tanda persahabatan untuk Carole Lombard. Dalam keadaan kepepet, saya menerima permintaannya.
Bertentangan dengan perkataan Hitchcock di atas, catatan-2 yang lain menunjukkan bahwa Hitchcock-lah yang mengejar untuk mendapatkan proyek tersebut. Mungkin-2 saja, karena besar kemungkinan Hitchcock ingin terbebas lagi dari produser David O. Selznick. Entah mana yang benar, studio RKO -- studio dimana Lombard bekerja -- kemudian membuat perjanjian dengan Selznick untuk "meminjam" Hitchcock untuk dua film, yaitu film komedi ini, Mr. & Mrs. Smith, dan film selanjutnya, Suspicion, yang diproduksi pada tahun yang sama.

Lombard & Montgomery
Film dimulai dengan Ann dan David Smith, dimainkan oleh Carole Lombard dan Robert Montgomery, saling tidak menyapa di dalam kamar tidur mereka. Ann adalah istri yang cantik, tetapi bertemperamen tinggi, sedang David adalah suami yang pengertian dan pengacara yang sukses. Seperti dalam cerita-2 komedi yang lain, hubungan mereka kompleks -- dalam film ini, Ann dan David mempunyai aturan panjang yang mengatur hubungan mereka, salah satunya adalah: jika mereka bertengkar, mereka tidak boleh meninggalkan kamar tidur sampai mereka berdamai, bahkan jika sampai makan waktu berhari-2. Naturally, film dimulai dengan adegan Ann dan David terkurung di dalam kamar tidur -- dilihat dari jumlah nampan sarapan pagi yang berserakan di lantai, mereka sudah terkurung di dalam kamar tidur selama berhari-2. Aturan yang lain adalah: sebulan sekali, mereka boleh mengajukan satu pertanyaan, dimana pihak yang ditanya harus menjawab dengan sejujurnya. Naturally again, setelah mereka berdamai, Ann mengajukan pertanyaan sebulan sekalinya:
Ann: David, seandainya kamu bisa memutar balik waktu, apakah kamu tetap ingin mengawiniku?
David: Sejujurnya? Ndak bakalan.
Kecewa dengan jawaban jujur tersebut, Ann menjadi gundah. Sebelum situasi menjadi parah, David menenangkan hati Ann: pertanyaan yang diajukan khan cuma hipotetis, dia khan tidak mungkin bisa memutar balik waktu, apalagi dia betul-2 mencintai Ann.

Setiba di kantor, David kedatangan tamu, Mr. Deever, pegawai kantor catatan sipil -- tempat dimana dia dulu kawin. Mr. Deever memberitahukan bahwa karena masalah perbatasan negara bagian, semua pasangan yang kawin di kantor tersebut perkawinannya tidak sah. Mr. Deever menyarankan David untuk cepat-2 mengulangi perkawinannya di tempat yang lain, tetapi David mempunyai rencana yang lain ... dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk "memutar balik waktu" ... dia ingin menggoda Ann! Di scene berikutnya, Mr. Deever ternyata juga mengunjungi Ann, memberitahukan hal yang sama, dan menyarankan hal yang sama. Ann yakin David akan dengan cepat melamarnya lagi, tetapi David -- menyukai fakta bahwa mereka bukan suami istri -- memutuskan untuk me-romans Ann dulu ... bernostalgia seperti masa lalu ketika mereka berpacaran dulu. Salah pengertian, Ann "meletus" dan mengusir David keluar dari rumah.

Apa yang terjadi selanjutnya adalah drama Shakespearean, The Taming of the Shrew -- Ann mati-2an menolak David, dan David mati-2an menaklukkan Ann.

Mr. & Mrs. Smith adalah film komedi tentang paradoks perkawinan. Betulkah wanita, tidak peduli secantik atau seseksi apapun, setelah menjadi istri berubah dari "lover" menjadi "mother"? Pria menyadari perangkap ini, tetapi mesti bagaimana lagi cara mendapatkan wanita yang dia cintai? Wanita juga menyadari perangkap ini, tetapi dia tidak dapat melepaskan dirinya dari basic instinct untuk dikejar dan ditaklukkan. Dan keduanya, baik pria maupun wanita, setelah mendapatkan satu sama lain, merasa direnggut kebebasannya. To marry or not to marry, that is the question. Lombard tampil sangat menarik sebagai Ann yang cantik dan temperamental, dan Montgomery berhasil mengimbangi penampilan Lombard dengan kharisma yang sebanding. Keduanya mempunyai chemistry yang pas sebagai pasangan yang patut bahagia ... walaupun mesti "menyiksa" satu sama lain untuk meraihnya :-)

Film diakhiri dengan David mendorong jatuh Ann dari papan skinya. David kemudian mendekati Ann ... dan Ann mengulurkan kedua tangannya untuk menggapai David.

Awalnya, Hitchcock dan Lombard berusaha mendapatkan Cary Grant untuk memainkan David, tetapi saat itu dia sedang sibuk dengan filmnya yang lain (Hitchcock akhirnya mendapatkan Grant untuk film selanjutnya, Suspicion). Seandainya Grant yang tampil, mungkinkah film ini menjadi lebih populer? Dalam film ini, Lombard yang juga bertindak sebagai co-producer, memanfaatkan posisinya untuk "mempermainkan" Hitchcock dengan memaksa mengarahkan penampilan cameo dirinya dengan memerintahkan retake sampai berkali-2. Berbeda dari film-2 Hitchcock yang lain, Mr. & Mrs. Smith menunjukkan sisi lain, yaitu sisi humor, dari kepribadian Hitchcock; dan jika anda membuka diri untuk menerima sisi lain dari kepribadian Hitchcock, anda semestinya dapat menikmati film ini.

Cerita (***)
Screenplay (***)
Karakter (***)
Akting (***)

Keseluruhan: ***/4

Mr. & Mrs. Smith dapat anda temukan di eBay.com

Wednesday, 3 August 2011

Quiz Show

Resensi Film: Quiz Show (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1994
Negara Asal: USA
Sutradara: Robert Redford
Cast: John Turturro, Rob Morrow, Ralph Fiennes, Paul Scofield

Plot: Seorang asisten profesor muda dari Columbia University terlibat dalam skandal acara kuiz di televisi pada tahun 1950-an (IMDb).

Robert Redford lebih banyak dikenal sebagai aktor, padahal dia juga sutradara yang mumpuni. Dari sedikit film-2 hasil arahannya, satu telah memenangkan Oscar untuk Film Terbaik, yaitu Ordinary People (1980), dan beberapa yang lain telah mendapatkan nominasi Oscar untuk berbagai kategori, salah satunya adalah Quiz Show. Berdasarkan kisah nyata tentang skandal acara kuiz "Twenty One", yang disiarkan oleh stasiun televisi NBC pada tahun 1950-an, adaptasi dari sebuah bab dari memoir berjudul "Remembering America" karya Richard Goodwin ini menceritakan perjalanan sukses dan jatuh dari Charles Van Doren, asisten profesor muda dari Columbia University, yang memenangkan acara kuiz tersebut selama berminggu-2 dan mengumpulkan total hadiah sejumlah $129,000 (lebih dari $1 juta menurut ukuran saat ini). Didukung oleh script yang rapi dan tajam, dan akting yang menjiwai dari seluruh cast, Redford berhasil mengemas kisah nyata yang menarik ini menjadi drama Faustian*) yang memikat dan menegangkan. Di sepanjang film, Redford tidak pernah melepas konflik etnis dan kelas, dan skandal korupsi yang terjadi -- sampai-2 penonton tidak tercengang lagi dengan korupsinya, tetapi dengan luasnya konspirasi tersebut telah menjalar -- mulai dari kontestan, produser, pembawa acara, sponsor, sampai ke pimpinan paling tinggi ... semuanya terlibat! Secara tidak langsung, film ini adalah pengamatan terhadap Amerika pada tahun 1950-an dan pengaruh televisi dalam mengubah karakter Amerika. Ralph Fiennes memegang peran utama sebagai Charles Van Doren dan memainkan perannya dengan sangat baik, Paul Scofield memberikan dukungan yang berbobot, tetapi John Turturro-lah yang berhasil mencuri centre stage dengan permainannya yang tak terlupakan sebagai Herbert Stempel.

*) Faustian adalah legenda klasik tentang orang bijak yang karena ketidakpuasannya bersekongkol dengan roh jahat dengan menukar jiwanya dengan kenikmatan dunia.

Cerita (***)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***1/2)
Akting (***1/2)

Keseluruhan: ***1/2/4

Quiz Show dapat anda temukan di eBay.com

Tuesday, 2 August 2011

Sweet Smell of Success

Resensi Film: Sweet Smell of Success (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1957
Negara Asal: USA
Sutradara: Alexander Mackendrick
Cast: Burt Lancaster, Tony Curtis, Susan Harrison

Plot: Kolumnis gosip J. J. Hunsecker memperalat publisis Sidney Falco untuk menghancurkan hubungan cinta adiknya dengan seorang musisi jazz (IMDb).

Ada film-2 yang tidak mudah diterima oleh penonton, Sweet Smell of Success adalah satu di antaranya. Ketika film ini keluar pada tahun 1957, fans Burt Lancaster tidak menyukai penampilannya karena karakternya statis dan talky (terlalu banyak berbicara, terlalu sedikit beraksi), fans Tony Curtis kecewa berat karena mengharapkan dia memainkan nice guy tetapi mendapatkannya memainkan bad guy, Alexander Mackendrick terancam tamat kariernya sebagai sutradara, dan para produsernya saling menyalahkan satu sama lain karena film tidak berhasil meraup jumlah penjualan tiket yang diharapkan. Tetapi di kalangan kritikus film, film ini memperoleh banyak pujian. Berdasarkan kisah nyata dari kolumnis Walter Winchell yang menggunakan profesinya untuk menghancurkan hubungan cinta adiknya dengan seorang pria yang tidak dia sukai, film ini adalah satire yang mengangkat drama kehidupan ini ke ketinggian yang belum pernah dicapai saat itu, yaitu dengan menggunakan akting yang intens, arahan yang ketat, dan dialog yang tajam. Kritikus film A. O. Scott dari New York Times mengatakan: "Dialognya berisi kalimat-2 yang tidak pernah diucapkan di kehidupan nyata, tetapi semua orang ingin mengucapkannya." Dengan berjalannya waktu, penonton sedikit demi sedikit dapat menghargai satire yang ada dalam film ini.

Cerita (***)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***1/2)
Akting (***1/2)

Keseluruhan: ***1/2/4

Sweet Smell of Success dapat anda temukan di eBay.com

Monday, 1 August 2011

Ninotchka

Resensi Film: Ninotchka (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1939
Negara Asal: USA
Sutradara: Ernst Lubitsch
Cast: Greta Garbo, Melvyn Douglas

Plot: Seorang Comrade wanita Rusia yang kaku dan disiplin dikirim ke Paris untuk menyelesaikan tugas negara. Sesampai di sana dia jatuh cinta dengan seorang pria yang mewakili semua nilai yang dibenci di Rusia (IMDb).

Berdasarkan script karya Melchior Lengyel, Ninotchka adalah komedi romantis dengan latar belakang konfrontasi antara kapitalisme Barat dan sosialisme Rusia. Dengan Rusia sebagai sasaran guyonan -- dengan menggambarkannya sebagai kaku dan kelabu (dibandingkan dengan Paris yang bebas dan hangat), script yang rapi dan tajam ini mempunyai kombinasi yang pas antara satire, sentimen dan humor. Ya betul, konfrontasi antara kapitalisme dan sosialisme dilebih-2kan, tetapi tetap terasa lucu dan menimbulkan tawa. Greta Garbo membawakan perannya sebagai Ninotchka dengan mengesankan: sebagai Comrade Yakushova, dia menggelikan ketika memasuki layar dengan wajah tanpa ekspresi, dan meyakinkan dengan aksen Rusianya; tetapi ketika dia akhirnya tertawa terpingkal-2, transisi yang terjadi betul-2 meyakinkan. Garbo mampu memikat hati penonton dengan pandangannya, dengan perkataannya, dan dengan tingkah lakunya. Dia memainkan Yakushova yang dingin dan tanpa emosi dan Ninotchka yang pemalu dan penuh canda dengan pesona yang sama. Wajahnya betul-2 cocok untuk kamera dan Ernst Lubitsch berhasil menangkapnya dengan sangat indah. Garbo membuktikan dirinya dalam komedi semampu dalam drama. Penampilannya dalam film ini memberinya nominasi Oscar untuk Aktres Terbaik yang keempat kalinya. Ninotchka adalah salah satu dari film terbaik dan akting terbaik dari Garbo. Melvyn Douglas memainkan perannya sebaik seperti dalam film-2nya yang lain. Chemistry antara Garbo dan Douglas sangat pas. The three stooges: Iranoff (Sig Ruman), Buljanoff (Felix Bressart) dan Kopalski (Alexander Granach) memberikan humor slapstick yang lucu dan menyenangkan. Dan The Grand Duchess Swana (Ina Claire) betul-2 sama seperti yang dikatakan legenda selama ini: dingin dan penuh perhitungan. Secara keseluruhan, Ninotchka adalah film yang manis tentang kemenangan cinta atas ideologi. Film ini terpilih sebagai salah satu dari 100 film komedi paling top sepanjang masa menurut American Film Institute.

Cerita (***)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***)
Akting (***1/2)

Keseluruhan: ***1/2/4

Ninotchka dapat anda temukan di eBay.com