Thursday, 29 September 2011

The Tenant

Resensi Film: The Tenant (Le locataire) (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1976
Negara Asal: France
Sutradara: Roman Polanski
Cast: Roman Polanski, Isabelle Adjani, Shelley Winters, Melvyn Douglas

Plot: Di kota Paris yang padat dan saling berhimpitan, seorang pekerja kantor berhasil menemukan apartemen kosong yang bekas penghuninya baru saja bunuh diri. Setelah pindah ke apartemen tersebut, sedikit demi sedikit dia merasa bahwa para tetangganya bersekongkol membuat dirinya frustrasi sehingga diapun ingin bunuh diri (IMDb).

Adaptasi dari novel berjudul Le locataire chimérique karya Roland Topor, film horor/thriller psikologis ini adalah film terakhir dari "Trilogi Apartemen" Roman Polanski, setelah Repulsion (1965) dan Rosemary's Baby (1968). Film ini mungkin adalah karya Polanski yang paling personal, dimana dia memainkan peran utama sebagai imigran Polandia, Trelkovsky, yang pindah ke apartemen yang ditinggalkan oleh penghuninya yang baru saja bunuh diri. Sementara dia secara iseng menanyakan kesana kemari apa yang terjadi, sedikit demi sedikit dia membuat para tetangganya tidak nyaman, yang akhirnya berbalik membuat dirinya tidak nyaman. The Tenant adalah karya Polanski untuk kembali ke gaya surrealism seperti karya-2 awalnya. Meskipun hasilnya terasa sangat lambat dan penampilan Polanski sebagai pemeran utama terasa kaku (ekspresinya sama terus dari awal sampai akhir), nuansa horor yang abstrak terasa dominan dan pesan utama film ini -- yaitu, bagaimana orang-2 yang tidak menyenangkan mengontrol kehidupan kita -- berhasil menampilkan tema favorit Polanski tentang paranoia dan permainan kekuasaan. Polanski mungkin menemukan materi dalam film ini sangat dalam sedemikian rupa sehingga dia tidak mampu mengungkapkan emosinya secara jelas.

Cerita (***1/2)
Screenplay (***)
Karakter (***1/2)
Akting (***)

Keseluruhan: ***1/2/4

The Tenant dapat anda temukan di eBay.com

Wednesday, 28 September 2011

BUtterfield 8

Resensi Film: BUtterfield 8 (***/4)

Tahun Keluar: 1960
Negara Asal: USA
Sutradara: Daniel Mann
Cast: Elizabeth Taylor, Laurence Harvey, Eddie Fisher

Plot: Seorang wanita panggilan berusaha menemukan cinta sejati dari kehidupan jalangnya (IMDb).

Film melodrama adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya John O'Hara ini mempunyai cerita yang mirip seperti Breakfast at Tiffany's yang dibuat setahun sesudahnya. Dibatasi oleh aturan sensor MPPC (Motion Picture Production Code), script BUtterfield 8 *) memiliki rangkaian dialog berkualitas sastra, tetapi sayangnya tidak riel dalam kehidupan nyata, misalnya:

Gloria : I saw a woman. Utterly proper. Utterly conventional. Utterly beautiful.
Ibunya : You're beautiful too, dear.
Gloria : I have a face. That's not the kind of beauty I mean.
Ibunya : What kind of beauty?
Gloria : The kind that comes from self-respect, I guess. That shines.
Ibunya : I've seen that kind. It takes a lifetime to find.
Gloria : I'm going to find it.
Ibunya : I think you will.

Indah, tetapi tidak riel dalam kehidupan nyata -- hanya penulis yang berkata-2 seperti itu, bukan orang biasa dalam kehidupan nyata -- dan arahan dari sutradara Daniel Mann tidak membantu mengurangi efek tersebut tetapi malah memperparah. Konon Elizabeth Taylor tidak menyukai film ini karena dia mengerjakannya secara terpaksa -- agar studio MGM bersedia melepaskannya ke studio 20th Century Fox untuk membuat Cleopatra (1963), proyek blockbuster yang memberinya gaji yang besar dan hampir saja membuat Fox bangkrut. Namun demikian, apati Taylor tersebut tidak menyurutkan kemampuan aktingnya yang substansial sebagai wanita yang tersesat jiwanya -- aktingnya berhasil memberinya penghargaan tertinggi Oscar sebagai Aktres Terbaik.

*) Judul BUtterfield 8, dengan huruf besar B dan huruf besar U, diambil dari nama sambungan telpon di AS saat itu. BUtterfield 8 adalah nama sambungan telpon yang melayani daerah Upper East Side di Manhattan, New York. Memutar huruf B dan huruf U sama dengan memutar nomor 2 dan nomor 8, maka BUtterfield 8 sama dengan nomor 288, yaitu tiga nomor pertama dari tujuh digit nomor telpon.

Cerita (***)
Screenplay (**1/2)
Karakter (***)
Akting (***1/2)

Keseluruhan: ***/4

BUtterfield 8 dapat anda temukan di eBay.com

Monday, 26 September 2011

National Velvet

Resensi Film: National Velvet (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1944
Negara Asal: USA
Sutradara: Clarence Brown
Cast: Mickey Rooney, Donald Crisp, Elizabeth Taylor, Anne Revere, Angela Lansbury

Plot: Seorang bekas jockey membantu seorang anak perempuan mempersiapkan kuda kesayangannya memenangkan lomba pacuan kuda paling bergengsi di negaranya (IMDb).

National Velvet adalah film yang meluncurkan karier Elizabeth Taylor, saat itu berusia 12 tahun, di dunia perfilman. Bersetting di dearah pertanian di Sussex, Inggris, pada tahun 1928, ceritanya diambil dari novel dengan judul yang sama karya Enid Bagnold. Film manis untuk keluarga ini mempunyai kedalaman karakterisasi yang mengesankan: Mickey Rooney sebagai Mi Taylor, bekas jockey, yang morally ambivalent (dia beberapa kali hampir saja mencuri/membawa lari uang majikannya, tetapi kemudian membatalkan niat buruk tersebut); Donald Crisp sebagai Mr. Brown, kepala keluarga Brown, yang dari luar nampak berhati keras tetapi dari dalam berhati emas; Anne Revere sebagai Mrs. Brown yang dari luar nampak seperti istri yang manut terhadap suami tetapi dari dalam memiliki kekuatan dan kebijaksanaan yang exceptional sehingga dialah yang membuat keputusan-2 penting dalam keluarga; dan Elizabeth Taylor sebagai Velvet, anak ketiga keluarga Brown, yang terobsesi dengan kuda liar milik tetangganya yang dia beri nama "The Pie". Selain Velvet, keluarga Brown memiliki tiga anak yang lain yang masing-2 mempunyai hobby dan "keunikan" sendiri-2: Angela Lansbury *) sebagai Edwina, anak pertama, yang menyukai cowok; Juanita Quigley sebagai Malvolia, anak kedua, yang menyukai burung; dan Jackie Jenkins sebagai Donald, anak paling buncit, yang menyukai serangga. Kedalaman karakterisasi ini didukung oleh akting yang mumpuni dari para anggota castnya: Rooney sangat pas memerankan Mi Taylor, Crisp menyediakan humor di sana sini, Revere menjadi sumber inspirasi, dan Taylor -- di tengah cast yang sangat baik tersebut -- berhasil memimpin dan membawakan seluruh film dari awal sampai akhir (Lansbury dengan aktingnya yang superior dan karakterisasinya yang selfish hampir saja mencuri centre-stage dari Taylor!). Di balik ini semua berdiri sutradara Clarence Brown, dengan catatan sukses yang panjang mengarahkan Greta Garbo, mulai dari Flesh and the Devil (1926) sampai Anna Karenuna (1935). Brown juga mengarahkan dua film keluarga yang menjadi klasik, yaitu The Yearling (1946) dan Angels in the Outfield (1951). Beberapa titik lemah dalam film ini adalah kesabaran Revere yang nampak tak terbatas, kesinisan Eugene Loring (jockey Taski) yang nampak berlebihan, dan akhir film dimana Rooney membiarkan Taylor menjadi jockey -- dengan tujuan menghasilkan akhir yang dramatis -- yang nampak tidak masuk akal. Namun demikian, walaupun dengan happy ending yang terkesan dibuat-2, secara keseluruhan film ini cukup mengesankan. Pada tahun 2003, National Velvet memperoleh tempatnya dalam sejarah perfilman sebagai karya yang "culturally, historically and aesthetically significant" (United States National Film Registry).

*) Angela Lansbury mungkin lebih dikenal oleh penonton jaman sekarang dalam perannya sebagai Jessica Fletcher dalam serial TV "Murder, She Wrote". Miss Lansbury masih aktif berakting sampai resensi ini ditulis.

Cerita (***)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***1/2)
Akting (***1/2)

Keseluruhan: ***1/2/4

National Velvet dapat anda temukan di eBay.com

Thursday, 22 September 2011

Red

Resensi Film: Red (*1/2/4)

Tahun Keluar: 2010
Negara Asal: USA
Sutradara: Robert Schwentke
Cast: Bruce Willis, Mary-Louise Parker, Morgan Freeman, Helen Mirren, John Malkovich

Plot: Sekelompok pensiunan agen CIA terpaksa beraksi lagi untuk menumpas pihak yang ingin melenyapkan mereka dan sekaligus membongkar rahasia masa lalu (IMDb).

Cerita spionase dengan plot yang formulaic ini didukung oleh cast berbintang yang, kecuali Mary-Louise Parker, semuanya sangat berpengalaman dan ... setengah baya. Namun demikian, catatan sukses yang panjang dari mereka: Bruce Willis, Morgan Freeman, Helen Mirren, John Malkovich, Richard Dreyfuss, dan Ernest Borgnine (!) -- bintang dari tahun 1950-an, yang berusia 93 tahun ketika membuat film ini (!), tetap tidak mampu mengangkat film ini secara keseluruhan dari tipisnya plot yang ada. Hasilnya adalah film yang tidak koheren dari awal sampai akhir. Yang paling terasa adalah cast-nya nampak sekali tidak menjiwai peran-2 yang mereka mainkan -- bagaikan mendengarkan group musik pop dari tahun 1960-an yang terpaksa manggung lagi menyanyikan lagu-2 pop masa kini, untuk menarik minat pendengar musik pop masa kini, tetapi mereka tampil serba canggung.

Cerita (*1/2)
Screenplay (**)
Karakter (*1/2)
Akting (**)

Keseluruhan: *1/2/4

Red dapat anda temukan di eBay.com

Wednesday, 21 September 2011

Jezebel

Resensi Film: Jezebel (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1938
Negara Asal: USA
Sutradara: William Wyler
Cast: Bette Davis, Henry Fonda, George Brent

Plot: Pada jaman Antebellum*) di negara bagian Louisiana, AS, seorang wanita muda berusaha memberontak dari tradisi pada jamannya, dan akhirnya harus kehilangan pria yang dia cintai (IMDb).

Adaptasi dari teater dengan judul yang sama karya Owen Davis, Sr., Jezebel mempunyai plot yang mirip dengan Gone with the Wind (1939). Karakter-2 dalam dua film ini sama-2 berasal dari daerah selatan. Kisah cinta segitiganya juga mirip, dalam Jezebel -- Julie (Bette Davis), Preston (Henry Fonda), dan Buck (George Brent), dalam Gone with the Wind -- Scarlett, Ashley, dan Rhett. Krisisnya juga mirip, dalam Jezebel -- demam kuning (yellow fever), dalam Gone with the Wind -- perang sipil. Akhirnya juga mirip, sama-2 open ending ... mengejutkan, sekaligus menghantui. Meskipun cerita/filmnya diterbitkan/dikeluarkan terlebih dahulu, Jezebel tidak dapat mengalahkan popularitas Gone with the Wind yang didukung oleh cerita yang lebih kaya, karakter-2 yang lebih kompleks, setting produksi yang lebih mahal, dan publisitas yang lebih luas. Mempertimbangkan hal tersebut, beruntung sekali Jezebel dikeluarkan terlebih dahulu. Dan meskipun tidak se-extravagant Gone with the Wind, Jezebel mempunyai cast yang tidak kalah bobotnya dengan cast dalam Gone with the Wind. Bette Davis aktingnya sangat mengesankan sebagai Julie yang keras kepala, dan ketika karakternya berubah drastis -- ketika dia menyadari "harga" yang harus dia bayar, transformasinya juga meyakinkan. Untuk Henry Fonda, penampilannya dalam film ini adalah langkah penting untuk kariernya -- karakter yang dia mainkan, Preston, mencerminkan integritas yang sama yang di kemudian hari menjadi karakteristik dari penampilan Fonda. Jezebel menghasilkan trophy Oscar untuk Davis (aktres terbaik) dan Fay Bainter (aktres pendukung terbaik), dan nominasi Oscar untuk Warner Bros (film terbaik), Max Steiner (musical score terbaik), dan Ernest Haller (cinematography terbaik).

*) periode tahun 1789 sampai tahun 1849

Cerita (***)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***1/2)
Akting (****)

Keseluruhan: ***1/2/4

Jezebel dapat anda temukan di eBay.com