Friday, 28 October 2011

The Exorcist

Resensi Film: The Exorcist (****/4)

Tahun Keluar: 1973
Negara Asal: USA
Sutradara: William Friedkin
Cast: Ellen Burstyn, Max von Sydow, Linda Blair, Jason Miller, Lee J. Cobb

Plot: Seorang anak perempuan tingkah lakunya tiba-2 berubah. Setelah pergi ke segala macam dokter dan melakukan berbagai macam tes, dan mereka tidak tahu apa penyebab dari perubahan aneh dan drastis tersebut, ibunya akhirnya pergi ke seorang pastor Katolik untuk melakukan exorcism (IMDb).

Tidak peduli apa kepercayaan anda, atau apakah anda mempunyai kepercayaan atau tidak, ada hal-2 di dunia ini yang berada di luar jangkauan fisik atau logika kita. Itulah tema utama yang berhasil ditampilkan oleh William Friedkin dan dipertahankan sampai film berakhir. Adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya William Peter Blatty, transformasi dari format tulisan ke format gambar bergerak yang dikerjakan oleh Blatty sendiri ini betul-2 sempurna -- tidak kehilangan esensi pentingnya. Special effects-nya, dibandingkan dengan teknologi yang ada saat ini, ternyata masih sangat mumpuni. Akting dari anggota cast-nya, mulai dari Ellen Burstyn dan Jason Miller sampai Lee J. Cobb dan Max von Sydow yang tampil hanya di awal dan akhir film, betul-2 menjiwai. Arahan dari Friedkin berhasil menekankan fear-factor dengan cara yang implisit -- membuat penonton merasa berada di dalam setting yang sama bersama karakter-2 yang ada. Semakin menambah fear-factor tersebut adalah penggunaan musical score yang minimal, misalnya scene dua biarawati menyusuri jalanan di Georgetown, dengan jubah mereka melambai-2 ditiup angin di musim gugur. Sampai saat ini, tidak ada film dari genre ini yang dapat menyamai efek yang ditimbulkan oleh The Exorcist. Transformasi karakter Linda Blair, Regan MacNeil, dari anak yang manis ke monster yang mengerikan betul-2 menimbulkan efek yang disturbing. Kenyataannya, setelah lebih dari tiga dasawarsa, The Exorcist masih tetap menimbulkan efek yang sama seperti ketika penulis menontonnya ketika remaja.

Cerita (****)
Screenplay (****)
Karakter (****)
Akting (****)

Keseluruhan: ****/4

The Exorcist dapat anda temukan di eBay.com

Tuesday, 25 October 2011

Adam's Rib

Resensi Film: Adam's Rib (***1/2/4)

Tahun Keluar: 1949
Negara Asal: USA
Sutradara: George Cukor
Cast: Spencer Tracy, Katharine Hepburn, Judy Holliday

Plot: Sepasang suami istri pengacara bekerja saling berlawanan dalam kasus di pengadilan dimana seorang ibu rumah tangga diadili setelah menembak suaminya yang menyeleweng (IMDb).

Katharine Hepburn adalah wanita yang lebih maju dari jamannya, dalam kehidupan profesionalnya, dan dalam kehidupan pribadinya. Pada jamannya, tidak ada wanita seprofesinya yang menyuarakan kesetaraan wanita selantang dirinya. Script film ini ditulis secara khusus oleh teman-2 dekat Tracy dan Hepburn, Ruth Gordon dan Garson Kanin, untuk mereka. Tidak mengherankan, castingnya sangat pas dengan karakterisasi yang ada dalam ceritanya. Film ini mempunyai dua segitiga cinta: Holliday-Ewell-Hagen dan Tracy-Hepburn-Wayne. Sayangnya, semua anggota dalam segitiga pertama terkesan tidak simpatik, single-dimensional. Beruntungnya, segitiga kedua jauh lebih menarik, dengan Hepburn secara tidak sadar menanggapi Wayne, dan penonton secara emosional mulai berpihak pada Tracy untuk menyingkirkan pemain piano tersebut. Drama komedi ini mencerminkan perjuangan wanita untuk mencapai kesetaraan, salah satunya dengan menghapus double standard dalam kasus penyelewengan seksual (kalau suami nyeleweng, salah istrinya; kalau istri nyeleweng, salah istrinya). Sebagian penonton menemukan plot ini rada irritating, terutama karena berhubungan dengan isyu women's lib -- ketika film dikeluarkan pada tahun 1949, isyunya terasa berlebihan; sekarang, terasa ketinggalan jaman. Tetapi faktanya, peristiwa seperti itu terjadi pada jamannya, dan untuk sebagian tempat di dunia ini ... masih terus terjadi sampai sekarang! Di akhir film, ditampilkan point terakhir dari script Gordon dan Kanin ini, yaitu bahwa perbedaan antara pria dan wanita sesungguhnya hanya sedikit saja.

Cerita (***1/2)
Screenplay (***1/2)
Karakter (***)
Akting (***)

Keseluruhan: ***1/2/4

Adam's Rib dapat anda temukan di eBay.com

Monday, 24 October 2011

Goodbye, Mr. Chips

Resensi Film: Goodbye, Mr. Chips (****/4)

Tahun Keluar: 1939
Negara Asal: UK
Sutradara: Sam Wood
Cast: Robert Donat, Greer Garson

Plot: Seorang bekas guru dan kepala sekolah mengenang kembali karier dan kehidupannya selama lebih dari lima dasawarsa (IMDb).

Mr. Chips berpesan kepada murid-2nya:
I do remember you ... as you are now. In my mind, you remain boys.

Lambat dan sentimental, adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya James Hilton ini -- penulis yang sama dari "Lost Horizon" -- akan terasa antik untuk generasi jaman sekarang. Tetapi, penonton yang sabar akan menemukan film ini sebagai studi karakter yang sangat baik. Robert Donat dapat memainkan karakter yang flamboyan, seperti dalam The 39 Steps (1935) di bawah arahan Alfred Hitchcock, tetapi dia juga dapat memainkan karakter yang sifatnya 180 derajat terbalik, Mr. Chips. Meskipun hampir di seluruh film Donat harus mengenakan makeup yang berat untuk tampil tua, dia berhasil menangkap personalitas Mr. Chips dengan sempurna -- dan untuk ini dia memperoleh Oscar untuk Aktor Terbaik. Tahun 1939 adalah salah satu dari tahun-2 keemasan Hollywood, dan kompetisi Oscar untuk Aktor Terbaik termasuk Clark Gable dalam Gone with the Wind, Laurence Olivier dalam Wuthering Heights, dan James Stewart dalam Mr. Smith Goes to Washington. Kompetisi yang berat ... dan kemenangan Donat, yang menerima nominasi setahun sebelumnya untuk perannya dalam The Citadel (1938), adalah di luar dugaan para penebak Oscar. Greer Garson, yang memainkan debut-nya sebagai Katherine, kekasih Mr. Chips, berhasil bersinar tetapi tanpa mengambil alih perhatian penonton dari pemeran utama. Romans antara Chips dan dirinya betul-2 menyenangkan untuk ditonton. Chips begitu kikuk, dan dia begitu terhibur dengan tingkah laku tersebut. Donat dan Garson menampilkan chemistry yang hebat di antara keduanya.

Mr. Chips berkata kepada Katherine:
Up here, there's no time, no growing old, nothing lost.
Transformasi Donat dari pria yang tidak percaya diri ketika dia single ke pria yang percaya diri setelah dia bertemu dengan istrinya betul-2 mulus dan meyakinkan. Dan Garson betul-2 pantas menjadi wanita yang membangkitkan kepercayaan diri tersebut. Untuk penampilannya ini Garson menerima nominasi Oscar untuk Aktres Terbaik -- dalam waktu enam tahun berikutnya, dia menerima lima kali nominasi untuk Aktres Terbaik dan memenangkan satu kali untuk perannya dalam Mrs. Miniver (1942).

Salah satu aspek yang indah dari film ini adalah pandangan perkawinannya yang ideal: film ini menunjukkan bagaimana sebuah perkawinan dapat menjadi ideal, yaitu dua orang yang menjadi lebih baik ketika mereka bersatu daripada ketika mereka hidup sendiri-2. Kalau anda merasa depressed menyaksikan super-hero yang kehebatannya eksplisit, seperti yang sering ditampilkan dalam film-2 modern, film ini justru menampilkan sebaliknya, yaitu orang biasa yang kehebatannya implisit, yaitu kesederhanaan! Goodbye, Mr. Chips menerima enam nominasi Oscar yang lain, termasuk Fim Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Screenplay Terbaik.

Cerita (****)
Screenplay (****)
Karakter (****)
Akting (****)

Keseluruhan: ****/4

Goodbye, Mr. Chips dapat anda temukan di eBay.com

Thursday, 20 October 2011

Rosemary's Baby

Resensi Film: Rosemary's Baby (****/4)

Tahun Keluar: 1968
Negara Asal: USA
Sutradara: Roman Polanski
Cast: Mia Farrow, John Cassavetes, Ruth Gordon

Plot: Sepasang suami istri memulai rumah tangganya di sebuah apartemen kuno di New York. Sang istri menginginkan bayi, tetapi suaminya sedang kesulitan dalam kariernya. Setelah berkenalan dengan tetangga seberang, karier suaminya pelan-2 berubah, dan mereka kemudian merencanakan mempunyai bayi (IMDb).

Jika anda mengharapkan horor yang eksplisit, anda akan kecewa dengan film ini. Adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Ira Levin, Rosemary's Baby adalah film kedua dari "Trilogi Apartemen" Roman Polanski, setelah Repulsion (1965) dan sebelum The Tenant (1976). Film horor/thriller psikologis ini mempunyai subtlety dan suspense yang mirip seperti film arahan Alfred Hitchcock -- in fact, nuansa horornya mirip seperti Psycho (1960). Subtlety adalah kunci dari film ini, karena pengarahan yang eksplisit justru merusak segalanya. Sementara ketegangan meningkat, kita ikut merasakan apa yang dirasakan Rosemary: mula-2 firasat, kemudian curiga, kemudian teror setelah semuanya terungkap. Dari awal sampai akhir, film berhasil mempertahankan subtlety ini.

Selain arahan Polanski yang Hitchcockian, film ini ditandai dengan setting gothic yang sangat pas dengan cerita yang ada. Gedung apartemen yang digunakan, "The Bramford", adalah "The Dakota" yang terletak di sudut antara 72nd Street dan Central Park West, New York. Berlokasi di tengah-2 Manhattan, gedung ini mempunyai detil gothic yang indah, sekaligus menyeramkan, yang menyediakan atmosfir yang sempurna untuk peristiwa horor dengan latar belakang modern. Polanski menyadari hal ini dan memanfaatkannya dengan sangat efektif, yaitu dengan membuka film dengan shot aerial yang menampilkan skyline Manhattan, kemudian zoom-in ke gedung gothic tersebut yang terletak di antara gedung-2 pencakar langit.

Film ini juga ditandai dengan casting yang sangat pas dengan karakterisasi yang ada. Mia Farrow, dengan perawakannya yang kurus/lemah dan pembawaannya yang naif, sangat pas menjadi sasaran teror. Karakter dia tertransformasi dengan mulus dari tidak tahu ke curiga, ke takut, ke hampir gila -- dan kita ikut terhanyut bersamanya sampai akhir film. Penampilan Farrow ini menemukan tandingan yang setara dari Ruth Gordon yang menyediakan humor yang segar, sekaligus sinister, dengan nasehat-2nya yang no non-sense dan cespleng, bantuan-2nya yang tidak diinginkan, dan minuman-2 buatannya yang berwarna kehijau-2an ... :-) Dia kocak, sekaligus mengerikan -- wanita tua yang nampak manis dari luar, tetapi jahat di dalam. Penampilannya ini memberi Gordon penghargaan Oscar untuk Aktres Pendukung Terbaik. Cast pendukung yang lain termasuk aktor karakter veteran Elisha Cook Jr. sebagai pemilik apartemen, Maurice Evans sebagai Hutch, Ralph Bellamy sebagai Dr. Sapirstein, Charles Grodin muda sebagai Dr. Hill, dan Tony Curtis yang menyediakan suara untuk Baumgart. Selain tampil, Farrow juga menyanyikan lullaby yang membangkitkan bulu kuduk yang membuka film ini.

Cerita (****)
Screenplay (****)
Karakter (****)
Akting (****)

Keseluruhan: ****/4

Rosemary's Baby dapat anda temukan di eBay.com

Wednesday, 19 October 2011

Notorious

Resensi Film: Notorious (****/4)

Tahun Keluar: 1946
Negara Asal: USA
Sutradara: Alfred Hitchcock
Cast: Cary Grant, Ingrid Bergman, Claude Rains, Leopoldine Konstantin

Plot: Seorang wanita -- anak seorang agen Nazi yang tertangkap -- mendapat tawaran untuk memata-2i teman-2 ayahnya yang sekarang beroperasi di Rio de Janeiro. Sampai seberapa jauh dia mesti memasukkan dirnya ke dalam lingkungan mereka? (IMDb)

Dimulai sebagai proyek dari David O. Selznick, Notorious memegang logo RKO dan menampilkan Alfred Hitchcock sebagai produser, untuk pertama kalinya dalam kariernya, ketika keluar pada bulan Agustus 1946. Mengapa Selznick menjual proyek ini ke RKO? Konon karena Selznick mengalami kesulitan memahami MacGuffin yang ada dalam film ini, yaitu bijih uranium yang disembunyikan di dalam botol anggur (saat itu belum banyak diketahui bahwa uranium digunakan dalam pembuatan bom atom). Penjualan tersebut menguntungkan semua pihak: Selznick, RKO, dan ... Hitchcock -- walaupun dia tidak menerima uang dari transaksi tersebut, dia memperoleh kebebasan keluar dari pengawasan Selznick; dia juga memperoleh kesempatan menjadi produser, sebuah langkah penting dalam kariernya: "mengawasi segala sesuatu, dari penyusunan script sampai ke post-production", juga kesempatan bagi dirinya untuk menunjukkan kemampuannya, tidak hanya sebagai sutradara tetapi juga sebagai eksekutif.

Hitchcock pernah berkata:
Cerita dalam Notorious adalah cerita konflik antara cinta dan tugas. Cary Grant tugasnya, ironisnya, adalah mendorong Ingrid Bergman masuk ke dalam pelukan Claude Rains. Tidak mengherankan Grant menjadi gundah di sepanjang film. Sedang Rains justru karakter yang menarik simpati, karena kepercayaannya dikhianati dan cintanya terhadap Bergman mungkin lebih tulus daripada cinta Grant. Semua elemen dari drama psikologis terjalin rapi dalam cerita espionase.

Mendapatkan inspirasinya dari cerita pendek dengan judul "The Song of the Dragon" karya John Taintor Foote yang terbit dalam surat kabar Saturday Evening Post pada bulan November 1921, Hitchcock mula-2 mempunyai ide bahwa agen rahasia wanita yang ada akan mirip seperti Mata Hari -- "cerita tentang wanita yang 'dijual' untuk kepentingan politik ke dalam perbudakan seksual", dan satu judul yang menyimpulkan seluruh cerita tersebut adalah "notorious" (tercemar). Meskipun cerita pendek tersebut adalah titik awal dari inspirasi Hitchcock, cerita selanjutnya adalah 100% Hitchcock. Dalam biografinya disebutkan Notorious adalah usaha pertama Hitchcock -- pada usia 46 tahun -- menggunakan bakatnya untuk menyusun kisah cinta yang serius. Juga disebutkan Notorious adalah film pertama Hitchcock yang sempurna, yang dipenuhi emosi, struktur, dan arti.

Cerita dimulai dengan Alicia Huberman (Ingrid Bergman) keluar dari ruang pengadilan setelah ayahnya (seorang keturunan Jerman) ditemukan bersalah telah mengkhianati negara. Untuk melupakan hal tersebut Huberman menghabiskan waktu minum-2 dengan teman-2nya. Di pesta tersebut dia berkenalan dengan seorang pria bernama Devlin (Cary Grant), yang ternyata seorang agen CIA. Devlin mengetahui masa lalu Huberman yang suka gonta-ganti pasangan; dan Huberman curiga Devlin menginginkan sesuatu dari dirinya, khususnya yang berkaitan dengan ayahnya. Devlin menjelaskan maksud kedatangannya, yaitu -- tanpa mengetahui detil keseluruhannya -- boss-nya menawarkan tugas kepada Huberman untuk memata-2i teman-2 ayahnya yang sekarang beroperasi di Rio de Janeiro. Dari penyadapan yang mereka lakukan, mereka mengetahui bahwa Huberman mempunyai perbedaan pendapat dengan ayahnya. Selain itu, Devlin menjanjikan bahwa jika dia bersedia membantu, dia dapat membantu meringankan hukuman ayahnya. Huberman setuju, dan mereka terbang ke Rio. Dalam penerbangan tersebut, Devlin memberitahu Huberman bahwa ayahnya telah meninggal dunia pagi itu karena bunuh diri.

Nuansa manipulasi dan ketidakpercayaan antara Huberman dan Devlin menjadi tema utama dalam film ini.

Cary Grant & Ingrid Bergman
Setiba di Rio, Huberman dan Devlin jatuh cinta. Ketika boss-nya menjelaskan detil keseluruhan dari tugas tersebut, Devlin menjadi gundah, karena implikasi dari tugas tersebut mengharuskan Huberman mendekati salah satu dari teman-2 ayahnya, Alex Sebastian (Claude Rains), yang ternyata mempunyai masa lalu dengannya. Devlin menyampaikan detil tugas tersebut ke Huberman dan membiarkan dia mengambil keputusan sendiri (sikap dinginnya ini dapat diartikan sebagai ketidakpercayaan Devlin terhadap cinta Huberman, atau ungkapan frustrasinya atas apa yang diminta boss-nya dari Huberman). Huberman bertanya ke Devlin, apakah dia sebaiknya menerima tugas tersebut atau tidak. Tidak bersedia mengungkapkan isi hatinya, Devlin menjawab dengan sinis bahwa mempertimbangkan masa lalunya sangatlah mudah bagi Huberman untuk menjalankan tugas tersebut. Melihat sikap Devlin yang dingin dan tidak peduli, Huberman menerima tugas tersebut.

Dengan setup yang sederhana, Huberman bertemu dengan Sebastian -- dan segera setelah itu mereka menjadi pasangan. Sebastian curiga terhadap Devlin, yang selalu muncul di mana saja mereka berada, tetapi Huberman dengan cepat menyangkal bahwa dia adalah pacar lama. Sebastian bertanya, kalau memang betul Devlin tidak mempunyai arti apa-2 lagi, bersediakah dia mengawininya? Sekali lagi, Devlin menjadi gundah, tetapi sikapnya yang tidak mempercayai cinta Huberman, atau ungkapan frustrasinya atas apa yang diminta boss-nya dari Huberman membuat Devlin pura-2 tidak peduli terhadap Huberman. Sekali lagi, melihat sikap Devlin yang dingin dan tidak peduli, Huberman menerima lamaran Sebastian tersebut. Setelah menikah, Huberman melaporkan ke Devlin bahwa satu-2nya tempat di rumah Sebastian yang dia tidak dapat masuk adalah wine cellar (ruang penyimpanan anggur), dan hanya Sebastian yang mempunyai kunci ke ruang tersebut. Devlin menyarankan Huberman untuk meminta kepada suaminya untuk mengadakan pesta ... dan considered dia diundang, sehingga dia dapat datang dan menyelinap masuk ke ruang tersebut.

Suasana film berubah total dengan pesta tersebut. Romans dan rasa frustrasi antara Huberman dan Devlin sirna dan diganti dengan suspense ... total suspense! Pertama, Huberman harus mencuri kunci dari Sebastian. Kedua, ketika pesta berlangsung, mereka harus menyelinap masuk ke wine cellar. Suspense meningkat ketika para tamu meminum champagne lebih cepat dari yang diharapkan, yang berarti Sebastian harus pergi ke wine cellar untuk mengambil botol-2 anggur lagi. Devlin menyelinap masuk ke ruang tersebut dan secara tidak sengaja menjatuhkan satu botol anggur, yang ternyata tidak berisi anggur, tetapi pasir berwarna hitam. Dia mengambl sebagian pasir tersebut dan secepatnya membersihkan pecahan botol tersebut. Sebelum mereka sempat kembali ke ruang pesta, Sebastian melihat mereka ... Devlin secepatnya mencium Huberman, pura-2 sedang affair dengannya. Sebastian terkejut, tetapi Devlin langsung minta maaf dan mengundurkan diri. Sebastian terkejut lagi ketika dia menemukan kunci ke wine cellar hilang dari gantungan kuncinya. Sebastian mulai mencurigai Huberman dan Devlin. Keesokan harinya, kunci yang hilang tersebut tiba-2 muncul kembali di gantungan kuncinya. Ketika Sebastian memeriksa wine cellar, dia menemukan pecahan botol yang disembunyikan di bawah rak anggur ... bukti yang cukup yang menunjukkan bahwa Huberman dan Devlin adalah mata-2 musuh.

Khawatir teman-2 Nazinya akan membunuhnya jika mereka mengetahui hal tersebut, ibu Sebastian (Leopoldine Konstantin) menyarankan untuk melenyapkan Huberman secara pelan-2, yaitu dengan meracuninya. Segera setelah itu Huberman mulai sakit-2an, dan ketika dia akhirnya tidak dapat lagi menemui Devlin, Devlin menjadi curiga. Devlin akhirnya datang ke rumah Sebastian dan menemukan Huberman terbaring sakit di tempat tidurnya. Huberman mengatakan bahwa dia telah diracun dan terlalu lemah untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Devlin akhirnya mengakui cintanya terhadap Huberman dan membawanya keluar dari kamarnya. Ketika mereka turun dari tangga, Sebastian mencegat mereka -- tetapi karena teman-2 Nazinya menyaksikan apa yang sedang terjadi, Sebastian tidak dapat mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi. Devlin dan Huberman akhirnya berhasil meninggalkan rumah Sebastian, meninggalkan Sebastian di tangan teman-2nya yang curiga dengan situasi yang baru saja terjadi.

Notorious adalah kisah cinta yang serius dan gelap, yang terjalin rapi dalam konteks espionase, dengan Grant dan Bergman sebagai mata-2 yang mungkin paling glamorous dalam sejarah perfilman -- kharisma dan chemistry di antara mereka menjamin 'ledakan' di box office setara dengan ledakan bom atom. Satu tema yang meliputi Notorious adalah kepercayaan, yaitu kepercayaan yang tidak diberikan atau kepercayaan yang diberikan terlalu mudah. Hitchcock dan penulis script Ben Hecht menempatkan romans dalam konteks espionase, dimana eksploitasi kepercayaan menjadi ciri utama dalam tugas mereka. Devlin membutuhkan waktu lama untuk memberikan kepercayaan tersebut, sedang Sebastian sebaliknya memberikannya dengan terlalu mudah -- dan dia akhirnya harus membayar dengan harga yang mahal. Cerita menunjukkan kebutuhan wanita untuk dipercaya dan dicintai, dan pria untuk membuka dirinya terhadap cinta.

Notorious adalah satu dari film-2 Hitchcock yang memiliki visual yang indah -- dengan shot-2 kamera yang diletakkan pada posisi yang strategis. Dalam scene awal, ketika Huberman terbangun setelah semalaman mabuk, kita melihat Devlin berdiri di pintu kamar tidurnya, terbalik 180 derajat, dengan kamera diletakkan pada POV (point of view) Huberman. Dua scene paling terkenal dalam film ini adalah: 1) Scene ciuman antara Huberman dan Devlin, dimana Hitchcock berhasil mengelabui aturan sensor yang melarang ciuman yang lebih dari tiga detik, yaitu dengan membuat Huberman dan Devlin berciuman secara berhenti-2, tetapi kontinyu selama 2,5 menit -- membuat scene ini lebih erotis daripada satu ciuman yang lebih dari tiga detik, 2) Scene pesta di rumah Sebastian, dimana kamera diletakkan di atas katrol, mengambil gambar dari lantai atas, kemudian secara perlahan-2 zoom-in ke lantai bawah, dan melanjutkan close-up ekstem ke tangan Huberman yang memegang kunci. Tidak disangsikan lagi, Notorious adalah film yang di-choreograph dengan indah.

Notorious juga ditandai dengan cast yang gemilang. Cary Grant, superstar romantik komedi, menampilkan kemampuan aktingnya yang lain dari biasanya dengan memainkan peran gelapnya di sini -- setelah peran gelapnya di thriller psikologis, Suspicion (1941). Grant memerankan Devlin, hero yang tidak simpatik, dingin dan manipulatif -- menjebak wanita yang dia cintai ke dalam pelukan pria lain. Claude Rains, aktor karakter berpengalaman, memainkan peran Sebastian dan mentransformasi peran tersebut ke dalam villain Hitchcock yang klasik: simpatik, multi-dimensional, dan in some ways ... terhormat seperti seorang protagonist. Sedang Leopoldine Konstantin, aktres veteran dari Jerman, memainkan peran ibu Sebastian dan menyediakan keberadaan yang mengancam dalam rumah tangga Sebastian yang membuat dirinya sebagai salah satu dari villain-2 Hitchcock yang paling gelap -- membuat Sebastian nampak semakin simpatik. Karakterisasi untuk cast pendukung yang lain juga menyediakan detil yang menarik, misalnya ketika Huberman pertama kali datang ke rumah Sebastian, dia disambut dengan agen-2 Nazi sementara musik klasik dari Schumann dan Chopin melantun merdu -- walaupun jahat, mereka mempunyai selera artistik yang tinggi :-) Grant dan Bergman mempunyai chemistry yang luar biasa -- scene romans mereka, pada jamannya, dapat dianggap sangat berani dan seksi. Tetapi pujian jatuh ke Rains, penampilannya yang penuh penghayatan berhasil memanusiakan karakternya -- memberinya gambaran yang komplit: multi-dimensional, riel dan kompleks.

Secara pribadi, tiga scene yang paling menghantui dari film ini adalah:
3) Ketika Huberman mengetahui bahwa dirinya diracun, tetapi terlalu lemah untuk melawan ketika dia dibawa ke tempat tidurnya.
2) Ketika Devlin membawa Huberman keluar dari kamarnya, menuruni anak tangga, dan akhirnya meninggalkan rumah Sebastian. Siapa bilang Hitchcock tidak romantis? Scene ini betul-2 romantis.
1) Ketika Sebastian dengan perasaan takut berjalan masuk ke rumahnya, sementara teman-2 Nazinya menunggu di pintu rumahnya, dan kemudian menutup pintu tersebut.

Notorious tampil pertama kali di Radio City Music Hall, New York pada bulan Agustus 1946 dan langsung menjadi hit di kalangan awam dan kritikus film; sekarang, Notorious tetap bertahan di posisi atas sebagai hit untuk penonton baru. Hitchcock gembira menerima resensi positif dari para kritikus film tersebut, tetapi satu resensi yang membuat dia especially gembira adalah resensi dari kritikus film favoritnya, yaitu anak perempuannya sendiri, Patricia. Di antara semua film ayahnya, Notorious adalah film favoritnya. Dalam biografi ayahnya, Patricia mengatakan:
What a perfect film!
The more I see Notorious, the more I like it.

Pada tahun 2006, Notorious terpilih masuk dalam United States National Film Registry sebagai film yang "culturally, historically, or aesthetically significant."

Menerima nominasi Academy Award untuk:
  • Best Actor in a Supporting Role (Claude Rains)
  • Best Writing, Original Screenplay (Ben Hecht)

Cerita (****)
Screenplay (****)
Karakter (****)
Akting (****)

Keseluruhan: ****/4

Notorious dapat anda temukan di eBay.com